Nasional

5 Fakta Dahsyatnya Banjir Bandang yang Terjang Luwu Utara

Kaltim Today
15 Juli 2020 15:23
5 Fakta Dahsyatnya Banjir Bandang yang Terjang Luwu Utara
Rumah tenggelam lumpur akibat banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. (Foto: Antara)

Kaltimtoday.co - Saat ini Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tengah dilanda musibah banjir bandang. Setidaknya, ada enam kecamatan yang diterjang banjir bandang.

Keenam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Masamba, Baibunta, Malangke, Malangke Barat, Baibunta Selatan, dan Sabbang.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Luwu Utara, hujan deras menyebabkan air Sungai Masamba, Sungai Rongkang, dan Sungai Radda meluap dan menimbulkan banjir pada Senin (13/7/2020) malam.

Berikut ini fakta dahsyatnya banjir bandang di Luwu Utara:

1. 16 Orang Tewas

Saat artikel ini ditulis, korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, bertambah menjadi 16 orang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Mustari mengatakan, 12 dari 16 jenazah warga yang meninggal dunia akibat banjir di Luwu Utara sudah diidentifikasi.

Bencana banjir bandang juga mengakibatkan 10 orang terluka sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Andi Djemma di Masamba. Petugas hingga saat ini masih mencari 23 orang yang dilaporkan hilang.

Selain itu, sebanyak 223 unit rumah rusak parah akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

"Data sementara, jumlah rumah hanyut sebanyak 10 unit, dan rumah yang tertimbun pasir bercampur lumpur dan air sebanyak 213 unit," sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan, Ni'mal Lahamang di Makassar, dilansir Antara, Rabu (15/7/2020).

2. Akses Nasional dan Bandara Terputus

Dok Kemenhub
Dok Kemenhub

Akses jalan menuju Kota Masamba, Luwu Utara, saat ini terputus akibat jalan nasional menuju wilayah tersebut tertutup material banjir bandang yang tingginya mencapai 2 meter.

Selain itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, saat ini Bandar Udara Andi Jemma juga berhenti beroperasi akibat tertutup material lumpur yang dibawa banjir.

"Bandara untuk sementara tidak operasi karena juga terendam lumpur. Walaupun lumpurnya tidak tebal, Bandara juga terendam lumpur," ujar Indah.

3.  Listrik Mati dan Telekomunikasi Terganggu

Foto: Antara
Foto: Antara

Banjir bandang yang menghantam Luwu Utara merusak sejumlah fasilitas umum. Aliran listrik mati dan jaringan komunikasi sulit ditembus.

Aliran listrik putus sejak pukul 21.00 Wita waktu setempat, diakibatkan sejumlah sarana seperti tiang listrik yang ambruk diterjang banjir bandang.

Jaringan Telkomsel yang dominan digunakan masyarakat, sejak Senin malam masih mengalami gangguan. Warga yang ingin menghubungi keluarganya yang ada di lokasi bencana terkendala akibat belum berfungsinya jaringan telekomunikasi ini.

Namun dikabarkan, provider lainnya di Luwu Utara, seperti XL dan Indosat serta Smartfren tidak terlalu mengalami gangguan. Hanya saja, padatnya permintaan sambungan, membuat provider tersebut sering mengalami over capasity.

4. Kantor DPRD-Bupati Jadi Posko Pengungsi

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengirim tim BPBD Pemprov Sulsel ke lokasi banjir bandang di Masamba, Luwu Utara.

Nurdin memerintahkan tim untuk menyediakan air bersih dan membuat dapur umum bagi warga terdampak banjir.

"BPBD Provinsi juga saya sudah minta untuk segera bergerak, terutama untuk penyiapan air bersih, dapur umum. Dan saya mendapat laporan bahwa pemerintah Kabupaten Luwu Utara di bawah pimpinan Ibu Bupati telah menyiapkan tempat pengungsian baik di Kantor DPRD, Kantor Bupati, maupun warga yang memiliki masalah kesehatan itu di rumah sakit," ujar Nurdin dalam keterangannya, Selasa (14/7/2020).

Pemprov Sulsel saat ini tengah menyusun langkah-langkah untuk rekonstruksi kembali permukiman warga dan fasilitas umum yang rusak akibat diterjang banjir.

5. Rumah Dinas Bupati Terendam Banjir

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengungkap, detik-detik jelang banjir bandang menerjang wilayahnya. Indah mengungkapkan, sesaat sebelum kejadian curah hujan di wilayahnya cukup tinggi.

"Kalau di Kota Masamba itu mulai sekitar pukul 19.30 Wita, saya dapat telepon dari daerah hulu (ada banjir bandang), begitu keluar saya baru dekat masjid di belakang Rujab Bupati itu air sudah datang," ujar Indah.

[RWT]


Related Posts


Berita Lainnya