Entertainment
Balinale 2026 Siap Digelar, Hadirkan Enam Film Unggulan dari Hong Kong yang Jadi Sorotan
Kaltimtoday.co - Ajang festival film internasional tahunan, Balinale 2026, bersiap kembali menyapa para pencinta sinema pada 1-7 Juni 2026 di Bali. Memasuki gelaran tahun ini, festival tersebut akan menyuguhkan sekitar 100 judul film dari berbagai penjuru dunia. Menariknya, sorotan utama kali ini tertuju pada industri sinema Hong Kong, di mana enam film unggulan yang dikurasi oleh Asian Film Awards Academy (AFAA) dipastikan ikut meramaikan dan memperkaya program penayangan selama festival berlangsung.
Pendiri sekaligus Founder Balinale, Deborah Gabinetti, mengungkapkan bahwa kehadiran karya-karya ini merupakan buah dari kelanjutan kemitraan strategis jangka panjang antara Balinale dan AFAA Hong Kong.
Kolaborasi tersebut berkomitmen untuk menyajikan deretan film terbaik Hong Kong yang dinilai memiliki kualitas tinggi dan daya saing kuat di pasar global. Tidak hanya menyuguhkan karya visual, kehadiran delegasi AFAA tahun ini juga akan dilengkapi dengan penampilan serta sesi diskusi eksklusif bersama tamu istimewa dari industri perfilman mereka.
Enam judul film yang dibawa oleh AFAA ke Bali menampilkan keberagaman genre yang sangat kaya, mulai dari drama serius, komedi segar, hingga genre horor yang menegangkan. Beberapa film yang dipastikan tayang di antaranya adalah Road To Vendetta karya Albert Njo Kui-Ying, Night King garapan sutradara Ng Wai-Lun, serta Golden Boy besutan Chan Wai-Koon.
Melengkapi daftar tersebut, penonton juga dapat menyaksikan Gamer Kids karya Sophie Yang dan Veronica Basseto, Ciao Ufo besutan Patrick Leung Pak-Kin, dan film fiksi ilmiah Back To The Past garapan Ng Yuen Fai dan Jack Lai Jan-Kung.
Deborah menegaskan bahwa melalui Balinale Film Forum, para pelaku industri kreatif dapat membedah kekuatan di balik produksi film Hong Kong yang konsisten menghadirkan karya menghibur sekaligus bernilai apresiatif tinggi.
Lebih dari sekadar pemutaran film, Balinale 2026 diproyeksikan menjadi wadah krusial bagi pertukaran ide, transfer pengetahuan, hingga peluang kolaborasi lintas negara yang lebih erat bagi para sineas muda Asia, khususnya antara kreator dari Hong Kong dan Indonesia.
[RWT]
Related Posts
- Soroti Pelarangan Film Pesta Babi, Amnesty International Indonesia Sebut Bentuk Pembungkaman Kritik Papua
- Rekomendasi Drakor dengan Karakter Cowok Green Flag yang Sukses Sembuhkan Trauma
- 5 Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Mencegah Kolesterol Tinggi
- 6 Obat Asam Lambung Alami: Kunyit, Madu, hingga Jahe
- 5 Cara Sarapan Pagi untuk Turunkan Kolesterol Jahat









