PPU

Bendungan Telake Tak Kunjung Selesai Dibangun, Petani di Babulu Masih Andalkan Tadah Hujan

Kaltim Today
30 Agustus 2021 18:45
Bendungan Telake Tak Kunjung Selesai Dibangun, Petani di Babulu Masih Andalkan Tadah Hujan
Salah satu sungai yang akan menjadi saluran irigasi teknis Bendung Telake. (Alif/kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Penajam - Petani di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga saat ini masih mengandalkan tadah hujan. Bendungan Telake sebagai irigasi teknis yang mestinya bisa diandalkan, hingga saat ini belum selesai dibangun, sehingga belum bisa difungsikan.

Bendungan Telake saat ini diketahui baru sampai proses penetapan lokasi (Penlok). Pembangunan Bendungan Telake ini untuk keperluan masyarakat di dua wilayah, yaitu Kecamatan Babulu di Kabupaten PPU dan Kecamatan Long Kali di Kabupaten Paser.

Camat Babulu Margono Hadi Susanto menerangkan, petani di wilayahnya itu diuntungkan dengan hujan yang turun sepanjang tahun ini, sehingga petani bisa lanjut menanam padi setelah masa tanam pertama. Saat ini, petani di Babulu sudah masuk musim panen pada masa tanam kedua.

“Kalau mengandalkan irigasi teknis kan pasti belum maksimal, karena Bendungan Telake masih proses, terakhir kan penetapan lokasi sudah dilakukan. Identifikasi pemilik lahan terdampak juga sudah dilakukan oleh tim percepatan dari provinsi dan BWS, jadi sekarang masih bergantung tadah hujan,” jelasnya.

Bendungan tersebut diprediksi akan mampu mengairi sawah seluas 21.000 hektar. Kawasan ini akan menunjang ketersediaan pangan di Ibu Kota Negara (IKN) baru sekaligus menjadi pusat pertanian dan lumbung padi.

Terdapat 15 desa yang diproyeksikan mendapatkan manfaat dari bendungan ini di antaranya 10 desa di Kecamatan Babulu yaitu Desa Gunung Makmur, Gunung Mulia, Gunung Intan, Sebakung Jaya, Babulu Darat, Babulu Laut, Labangka Barat, Sumber Sari, Sri Raharja, dan Desa Rawa Mulia. Serta 5 desa di Kecamatan Long Kali yakni Desa Sebakung, Sebakung Taka, Sebakung Makmur, Desa Muara Adang II, dan Kelurahan Long Kali.

Proyek Bendung Telake ini menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III yang pembangunannya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN), menelan anggaran hingga Rp 1,7 triliun. Pembangunan Bendungan Telake dikerjakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) atau Kontrak Tahun Jamak yang ditarget selesai 2023.

[ALF | TOS | ADV DISKOMINFO PPU]



Berita Lainnya