Samarinda

Bingung Buang Sampah Akibat Bencana? DLH Samarinda Siap Terima dan Melayani Pengumpulan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pasca bencana, beberapa material mengalami kerusakan sehingga menjadi tak layak pakai dan berujung menjadi sampah. Acap kali, masyarakat bingung bagaimana proses pembuangan serta pengelolaannya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, siaga membantu melayani warga dalam mengumpulkan sampah pasca bencana.

Kasi Penanganan Sampah DLH Samarinda, Zainal Abidin mengimbau, masyarakat DLH siap melayani serta membantu warga mengumpulkan sampah pasca bencana.

Baca juga:  Arbain Sebut Pengelolaan Parkir dan Kuliner Berpotensi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Samarinda

“Warga dapat bersurat kepada RT atau kelurahan, lalu instansi terkait dapat melapor pada kami. Setelahnya akan kami proses untuk pengumpulan sampah,” terang Zainal.

Zainal menambahkan, DLH Samarinda akan membuang limbah becana tersebut di tempat pembuangan akhir yang telah DLH tetapkan.

“Kadang mereka bingung mau buang kemana, apalagi di tengah kota. Maka dari itu kami siap mengarahkan dan siap melayani,” jelas Zainal.

Masyarakat yang sadar akan pembuangan sampah sesuai dengan tempatnya, merupakan satu langkah sederhana yang berdampak besar. Kendati demikian, Zainal mengaku kesadaran warga Samarinda dalam upaya membuang sampah sesuai tempat dan jam waktu operasional masih tergolong minim.

“Sudah ada edaran membuang sampah pada malam hari pada pukul jam 18.00 hingga 06.00 WITA. Namun seringkali warga membuang tidak pada waktunya,” sebut Zaidin.

Baca juga:  Volume Sampah di Samarinda Menurun Pasca Pembongkaran Pemukiman di Bantaran SKM

Menanggapi gaya hidup masyarakat tersebut, DLH Samarinda tak hentinya melakukan edukasi melalui sosialiasi, seperti pengelolaan sampah menjadi barang bernilai jual. Edukasi tersebut membantu menekan angka sampah tak terurai dan menjalankan roda perekonomian. Ragam sampah daur ulang yang terolah antara lain tas dari plastik kemasan hingga plastik yang tersusun padat menjadi Ecobrick yang mampu menjadi produk mebel yang ramah lingkungan.

“Sebenarnya sampah itu jika mengalami penurunan angkanya hanya 0,001% karena sampah selalu terproduksi dari rumah tangga setiap harinya, maka dari itu pengelolaan sampah yang benar tadi dapat meningkatkan angka pengurangan sampah. Perlahan tapi pasti,” tutup Zainal.

[SNM | RWT | DLH SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker