DISDAMKARTAN BONTANG
Cincin Macet di Jari, Warga Bontang Dapat Bantuan Disdamkartan
Kaltimtoday.co, Bontang - Seorang warga bernama Qurota Ayuni mendatangi Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang pada Jumat (21/11/2025). Kedatangannya dilakukan setelah cincin yang ia kenakan tidak bisa dilepaskan dan mulai menyebabkan pembengkakan pada jari.
Sebelum datang ke markas, Qurota sudah mencoba melepaskan cincin tersebut dengan berbagai cara di rumah. Namun, upaya tersebut tidak berhasil hingga akhirnya ia memutuskan meminta pertolongan petugas.
Setibanya di lokasi, petugas piket Rescue Regu 3 melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi jari sebelum melakukan tindakan. Proses penanganan dilakukan dengan hati-hati menggunakan alat khusus pemotong cincin. Tindakan berlangsung singkat dan selesai pada pukul 11.43 WITA.

Komandan Kompi Disdamkartan Bontang, Norman, menjelaskan bahwa kasus cincin macet bukan hal baru dan membutuhkan penanganan profesional agar tidak menimbulkan cedera tambahan.
“Setiap laporan seperti ini kami tangani secara hati-hati karena jari pasien sudah mengalami tekanan. Fokus kami memastikan pemotongan aman tanpa menimbulkan cedera,” jelas Norman.
Ia juga mengimbau agar masyarakat segera meminta bantuan ketika menghadapi kondisi serupa dan tidak memaksa melepas cincin yang sudah menekan kulit.
“Tim kami siap melakukan penanganan cepat selama masyarakat membutuhkan pertolongan,” tambahnya.
Penanganan berjalan aman dan cincin berhasil dilepas tanpa menimbulkan luka tambahan. Setelah prosedur selesai, Qurota kembali ke rumah dengan kondisi jari yang telah terbebas dari tekanan cincin dan dalam keadaan terpantau stabil.
[ADV DISDAMKARTAN BONTANG]
Related Posts
- Pemkot Bontang Bagikan Laptop, Disdikbud Minta Guru Terus Adaptif dengan Teknologi
- Usia Pensiun Tak Seragam, Disdikbud Bontang Ingatkan Hak Guru Harus Dilindungi
- Banyak Pelajar Alami Kecelakaan, Disdikbud Bontang Tekankan Pengawasan Orangtua
- Libatkan Karyawan, Pupuk Kaltim Salurkan Hewan Kurban untuk Ribuan Penerima Manfaat di Bontang
- Hadapi Perkembangan Zaman, Saparuddin Minta Guru Maksimalkan Digitalisasi Pendidikan









