Samarinda

DLH Samarinda Gelar Uji Publik RIP KEHATI

Kaltimtoday.co, Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda menggelar uji publik penyusunan dokumen Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI), di Ruang Rapat Kantor Bappeda Samarinda Jalan Dahlia, Selasa (3/9/2019).

Sekretaris DLH  Samarinda Umar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan untuk melakukan penyusunan dokumen rencana induk pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) Samarinda.

“Walaupun di kota, kita tetap perlu menyusun rencana induk kehati tersebut. Dan ini sesuai Permen KLHK Nomor 29 Tahun 2009. Memuat setiap kabupaten dapat melaksanakan konservasi keanekaragaman hayati di daerah,” katanya.

Baca juga:  DLH Samarinda Lakukan Uji Emisi dan Ukur Kualitas Jalan Raya Serta Kinerja Lalu Lintas

Salah satu perwakilan tim tenaga ahli Fakultas Kehutanan Unmul Rustam Fahmy menuturkan RIP Kehati atau rencana induk pengelolaan keanekaragaman hayati merupakan dokumen lanjutan dari dokumen profil kehati.

FOTO BERSAMA: Tim DLH Samarinda bersama beberapa tim ahli foto bersama usai Uji Publik Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI).

Ia menyebutkan profil kehati diperlukan sebagai salah satu digunakan untuk data dasar yang terkait dengan keadaan alam yang sebenarnya.

“Karena kita di Samarinda ini masih mempunyai hutan alam tetapi disana juga ada jenis-jenis penting baik yang diperjualbelikan masyarakat atau terkait dengan status kawasan tata ruang dan seterusnya,” lanjutnya.

Rustam menyampaikan bahwa keanekaragaman hayati bukan hanya berbicara tentang spesies saja tetapi juga terkait ekosistem. Baik ekosistem lahan basah dan lainnya, serta tata ruang kawasan lindung setempat.

Baca juga:  Pencemaran Udara, DLH Samarinda Tindaklanjuti Keluhan Warga

“Nah itu penting buat tata ruang. Jadi dokumen ini selain mengatur tentang bagaimana keanekaragaman hayati tersebut dikelola, tetapi juga memberikan masukan terhadap review tata ruang yang sekarang sedang dikerjakan Samarinda. Misal lahan basah karena isu utama dalam pembangunan di Samarinda adalah banjir, sehingga lahan basah itu tentu harus dikelola di dalam kehati. Ketika ada usulan untuk mengelola itu sebagai data dasar dan menjadi masukan buat perubahan tata ruang untuk menghubungkan antara profil dokumen hulu ke dokumen ke hilir,” lanjutnya.

[HLM | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close