Samarinda

Emak-Emak Peduli Demokrasi Samarinda Turun ke Jalan dan Sampaikan 3 Tuntutan Terkait Dugaan Pelanggaran di Pilkada

Kaltimtoday.co, Samarinda – Di depan Mal Lembuswana Samarinda seketika dipenuhi beberapa perempuan yang berunjuk rasa. Mereka menamakan diri sebagai Emak-Emak Peduli Demokrasi Samarinda. Sekitar pukul 17.00 Wita, mereka sampaikan aspirasi. Hal ini berkaitan dengan sesuatu yang ingin mereka suarakan berkaitan dengan Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu. Dalam rilis persnya, Emak-Emak Peduli Demokrasi Samarinda ini menuntut kepada penyelanggara Pilkada agar bisa mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang terjadi.

“Pelaksanaan Pemilu di seluruh wilayah Indonesia harus bersikap profesional dan kooperatif dalam menghadapi proses demokrasi,” tegas rilis pers tersebut.

Baca juga:  BPK Perwakilan Kaltim Sampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Anggaran Covid-19

Sena Meymey, salah satu massa aksi yang berada di lokasi menyebutkan bahwa aksi kali ini karena menginginkan Pilkada Samarinda bersih tanpa politik uang.

“Kami ingin Pilkada itu tanpa embel-embel politik uang. Oleh karena itu, kami the power of emak-emak menyuarakannya,” ungkap Sena.

Tak dapat dimungkiri, emak-emak yang merupakan warga Samarinda itu merasa kecewa atas ketidak adilan yang dilakukan penyelanggara Pilkada yakni KPU dan Bawaslu. Sebab mereja menduga banyak kecurangan yang dilakukan salah satu paslon demi memenangkan kontestasi Pilkada kali ini.

Sebagai contoh, ada 17.475 surat suara tidak sah dan berindikasi pelanggaran yang dilakukan oleh oknum di TPS dan kecurangan berupa politik uang yang dibagikan pada warga agar mau mencoblos paslon tertentu. Emak-emak ini juga merasa keberatan dengan pengumuman hasil Pilkada tempo hari. Menurut mereka, ada banyak dugaan kecurangan dan pelanggaran namun tak ada tindakan tegas untuk menghentikannya.

Baca juga:  Datangi Bawaslu Samarinda, Tim Kuasa Hukum Zairin-Sarwono Kecewa Tak Ada Rekomendasi Tunda Pleno ke KPU

Ada 3 poin tuntutan yang dibawa oleh Emak-Emak Peduli Demokrasi Samarinda, yakni:

1. Mengecam segala bentuk kecurangan Pilkada di Samarinda.
2. Usut tuntas kasus 17.475 suara tidak sah yang berindikasi pelanggaran Pilkada.
3. Untuk seluruh emak-emak dan masyarakat Samarinda teruslah berjuang sampai keadilan ditegakkan.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker