BalikpapanHeadline

Guru Honorer di Balikpapan Meninggal Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, IDI Lakukan Penyelidikan

Kaltimtoday.co, Balikpapan – Warga Balikpapan, Muhammad Azmi Ramadhan (25) berprofesi sebagai guru honorer meninggal usai menerima Vaksin Covid-19.

Sebelumnya, Azmi mengikuti vaksinasi Covid-19 pada 18 Mei 2021. Selama proses itu, Azmi mengikuti proses skrining lazimnya proses vaksinasi Covid-19 selama ini.

Baca juga:  Ungkap Tambang Ilegal, Gakkum KLHK Tangkap Dua Tersangka

Dalam pengisian data, Azmi mengaku sehat dan tidak menunjukkan gejala apapun.

Azmi diketahui demam selama sembilan hari usai menerima vaksin Covid-19. Kemudian dilarikan ke RSUD Beriman Balikpapan, namun tidak tertolong. Azmi akhirnya meninggal dunia.

Baca juga:  Tahap Pertama Beasiswa Kaltim Tuntas dan Stimulan Segera Cair, Daftar Tunggu Terancam Batal

Kepal Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Jularty membenarkan peristiwa tersebut. Namun, Sri menyebut, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan pasien meninggal karena vaksin yang diberikan atau tidak.

“Belum bisa kami buktikan,” ujar Andi Sri Jularty kepada awak media.

Kepal Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Jularty.

Saat ini, sebut dia, Dinkes Balikpapan masih menunggu arahan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

Baca juga:  Masjid di Zona Kuning dan Hijau di Samarinda Boleh Gelar Salat Idul Fitri

“Hasil pemeriksaan suhu juga 36 derajat. Jadi tidak benar jika peserta dipaksa vaksinasi,” kata Andi Sri Jularty meluruskan berbagai tuduhan soal vaksinasi Covid-19 yang dipaksakan.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Balikpapan berjanji akan melakukan penyelidikan terhadap kasus meninggalnya warga usai divaksin Covid-19. Bahkan untuk memastikan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan autopsi terhadap jenazah Azmi.

Baca juga:  Balikpapan Mulai Uji Covid-19 Menggunakan Tes Cepat Molekuler

“Kami selidiki dulu. Yang saya tahu, mendiang sudah mengisi surat kendali dan tidak ada masalah,” ujar Ketua IDI Balikpapan Dradjat Witjaksono, dilansir dari suara.com, jaringan kaltimtoday.co.

Dradjat Witjaksono menuturkan, meminta sejumlah keterangan dari dokter yang menangani Azmi saat itu.

Baca juga:  Mulai 1 Oktober, Pemkot Balikpapan Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3

Jika dari hasil pembahasan menunjukkan adanya kesalahan prosedur, Dradjat pun belum dapat memastikan langkah apa yang akan diambil.

“Kalau memang ada pelanggaran, pasti kami tindaklanjuti,” pungkasnya.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close