Opini

Guru Sugestif di Era Pandemi

Oleh: Hj. Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN NLp (Direktur Pelaksana Harian Yayasan Rumah Kreatif Salsabila dan Abi Literasi Kaltim)

Percaya atau tidak, pandemi Covid-19 di seluruh dunia telah merubah tatanan kehidupan peradaban manusia. Semua lini kehidupan manusia terimbas keberadaan virus yang disebut paling mudah menular dan telah menjangkit penduduk bumi.

Tengoklah di sektor pendidikan, siswa dan guru harus dipisahkan yang berdampak sisa pembelajaran di semester ini harus dilakukan secara daring. Sejak Maret kemarin, semua jenjang pendidikan-pun harus mematuhi kebijakan belajar dari rumah.

Pembelajaran dengan pola baru ini mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya terutama bagi para guru. Dalam jangka waktu 9 bulan sistem belajar baru ini berjalan dengan segala problematikanya yang terus berkembang.

Baca juga:  Menjaga Kedewasaan Berdemokrasi dalam Panasnya Suhu Politik Pilkada Serentak 2020

Selain sisi negatif yang muncul dari keberadaan virus ini, jika direnungkan covid-19 menjadi media belajar bagi semua praktisi pendidikan untuk mereset ulang praktik pendidikan. Virus Corona seolah ingin menguji kesiapan para guru apakah sudah siap dan mampu mengajar dengan mengintegrasikan teknologi digital di era ilmu pengetahuan saat ini.

Pandemi Covid-19 menyadarkan bahwa peran guru untuk mengajar tatap muka masih begitu diperlukan oleh siswa Indonesia. Interaksi guru dan murid melalui perantara gawai dinilai belum bisa sepenuhnya berjalan efektif.

Kini, guru dituntut untuk beradaptasi, kreatif dan berinovasi begitu cepat, agar semangat belajar anak didik dapat tetap terjaga. Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman yang sederhana untuk menjadi seorang guru hebat di era pandemi saat ini, beberapa tips ini di antaranya :

1. Tenang dan Ciptakan Inovasi Pembelajaran

Memang tidak mudah menghadapi masa yang tidak menentu kapan berakhir, masa dimana penuh ‘kebingungan. Pada dasarnya, keluar dari zona nyaman memang sangat diperlukan. Selain untuk mencoba hal baru, keluar dari zona nyaman juga mampu memberikan tantangan tersendiri bagi yang melakukannya. Sebagai pendidik tetaplah tenang dan teruslah menciptakan kreativitas, inovasi pembelajaran baru yang dibutuhkan anak didik agar tidak bosan belajar secara online.

2. Yakinlah dan Bersugesti Bahwa Kita Adalah Guru Hebat

Memiliki keyakinan kuat, bahwa kita bisa melakukan kreatifitas dan inovasi dalam mendidik murid. Yakinlah, bahwa dengan keterbatasan yang kita miliki, kita bisa menjadi pembelajar cepat karena kondisi yang mengharuskan kita bisa untuk bisa menjadi guru hebat. Tanamkan dalam hati kita, setiap bangun pagi dan setiap hendak tidur, saya bisa jadi guru yang berinovasi, saya bisa menjadi guru hebat penuh kreatifitas, karena Allah… Insyaallah semua akan tersugesti menjadi lebih mudah. Guru hebat akan melahirkan anak didik yang hebat pula.

Baca juga:  Testing dan Tracing Massif Terkendala Anggaran? Begini Islam Menjawabnya!

3. Temukan Keunggulan Anak Didik

Sebagai guru hebat, penting untuk mengenali karakter, kecerdasan, bakat dan minat mereka. Setiap anak didik dikaruniai keunggulan disamping kelemahannya. Saat pandemi adalah saat yang tepat untuk lebih dekat dengan anak didik, meski dilakukan secara online. Karena pandemi bukan penghalang bagi pendidik untuk melejitkan potensi anak didiknya.

4. Miliki Kata-Kata Sugesti Untuk Anak Didik

Munculkan keunggulan murid setiap saat dan beri motivasi agar ia mau mengasah kekurangannya, juga termotivasi untuk terus belajar. Miliki kata-kata sugesti yang positif agar anak didik terus bersemangat di masa sulit saat ini.

5. Jadilah Guru Motivasi

Sebagai guru motivasi, seringlah memberikan label positif kepada anak didik, baik perorangan maupun kelompok. Label positif akan menjadi motivasi bagi tumbuh dan berkembang rasa percaya diri anak didik. Gunakan label positif, seperti panggilan anak didik yang baik, anak cerdas dan sholeh, kelompok brilian, kelas hebat, anak super, anak hebat, anak inovatif dan sebagainya. Jika setiap hari kita labelkan kepada anak sesuatu yang mampu memotivasi mereka, maka hal tersebut akan masuk kea lam bawah sadar mereka, bahwa saya memang hebat, saya memang bisa, saya memang cerdas.

6. Guru Hebat Tak Sekedar Memberi Tugas

Guru yang hebat tak hanya memberi tugas disetiap pertemuannya, tapi bagaimana anak didik mampu termotivasi dan memahami apa yang dipelajarinya dan bertambah faham apa yang dikerjakannya. Untuk itu teruslah bersemangat mendampingi anak belajar meskipun dari rumah, dengan keluasan kesabarannya.

Baca juga:  Mulud, Maulid dan Prophetic Parenting

7. Saling Interaksi Dengan Sesama Guru

Siapa bilang guru tidak butuh melakukan tukar pikiran terhadap sesama guru. Di masa yang serba ‘membingungkan’ seperti, bertukar pikiran dengan sesame guru sangat dibutuhkan. Guru disarankan meminta bantuan sesama guru untuk memberikan timbal balik dalam metode pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas mereka, agar apa yang diberikan ke anak didik didik terus mengalami kemajuan inovasi.

Sehingga guru satu dan yang lainnya bisa melakukan koreksi serta mencerahkan wawasan, terhadap pembelajaran yang sudah mereka lakukan. Tidak hanya itu, guru bisa memasuki kelas yang diajar guru lain saat melakukan virtual class. Inilah yang bisa membantu guru agar bisa memiliki inovasi lebih jauh dalam bidang teknologi. Selain itu, metode seperti ini bisa membuat guru bisa menyampaikan materi dengan inovasi baru di kelasnya.

8. Have Fun Saja

Menjadi guru bersugesti bahwa kita adalah guru hebat, memang tidak mudah. Mengajar dengan terus melakukan inovasi juga memang tidak mudah, namun di waktu yang seperti ini guru bersama orangtua seharusnya memang bisa melakukan inovasi terbaru untuk melakukan pengajaran terhadap anak-anak mereka. Satu dua tahun ke depan adalah waktu yang menentukan untuk masa depan mereka.

Di masa yang bisa membuat stres seperti ini, peran guru dan orangtua sangat dibutuhkan oleh para siswa dalam belajar. Untuk itu buatlah pembelajaran yang sangat menyenangkan bagi mereka. Tujuannya tidak lain adalah untuk membuat materi yang disampaikan lebih efektif dan tidak menimbulkan kejenuhan serta anak didik terus semangat mengikutinya.

Baca juga:  Meneguhkan Kembali Peran Pemuda dalam Momentum Sumpah Pemuda

9. Mengajar adalah Ladang Amal

Hidup di dunia tidak sekedar hidup, hidup di dunia adalah untuk mencari bekal untuk kelanjutan hidup sesudahnya. Maka dengan mengajar dengan sepenuh hati anak-anak didik kita, bersemangat untuk melakukan inovasi dan kreatifitas dalam pembelajaran, bersemangat untuk menjadikan anak didik kita bisa, pandai dan sholeh adalah ladang amal tersendiri untuk kita para pendidik. Tidak semua apa yang kita lakukan harus dinilai dengan materi, karena ada sisi amal sholeh yang bisa kita dapatkan, sehingga kita dengan mudah berbagi, mentransfer ilmu yang kita dapatkan.

Nah, bersiaplah dan teruslah bersemangat untuk menjadi guru yang bersugesti hebat yang siap mendidik siswa-siswanya menjadi bisa, cerdas dan sholeh. Pandemi Covid-19 tidak akan mampu menghalangi kita. Yakin.(*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close