Internasional

Hadapi Agresi Rusia, Inggris Siapkan 1.000 Pasukan Bantu Ukraina

Kaltim Today
10 Februari 2022 19:31
Hadapi Agresi Rusia, Inggris Siapkan 1.000 Pasukan Bantu Ukraina
Ilustrasi tentara Inggris. (Pixabay).

Kaltimtoday.co - Pemerintah Inggris siap memberikan 1.000 pasukan tentara kepada Ukraina jika terjadi krisis kemanusian yang disebabkan oleh agresi Rusia.

Hal ini di ungkapkan Perdana Menteri Boris Johnson saat menemui para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Polandia, Kamis (10/2/2022).

Johnson akan pergi ke Brussels dan Warsawa untuk menekankan perlunya berpegang teguh pada prinsip-prinsip NATO, dan membahas cara-cara agar Inggris dapat memberikan dukungan militer sementara Rusia menempatkan pasukannya di dekat perbatasan Ukraina. Kunjungannya adalah salah satu di antara serangkaian diplomasi internasional.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin awal pekan ini. Disisi lain,  Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris akan mengadakan pertemuan langsung dengan sekutu dan mitra AS di Konferensi Keamanan Munich pekan depan.

 

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Inggris juga akan berada di Moskow minggu ini untuk melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait.

"Inggris tetap teguh dalam komitmen kami terhadap keamanan Eropa. Sebagai aliansi kami harus menarik garis di tengah salju dan menjelaskan bahwa ada prinsip yang tidak akan kami kompromikan," kata Johnson.

Dia mengatakan, Senin (7/2/2022) Inggris akan mengirim 350 tentara lagi ke Polandia, setelah mengirim 100 tentara tahun lalu untuk membantu krisis migran di perbatasan Polandia dengan Belarus.

Kantor Johnson, Rabu (9/2/2022), mengulang peringatan bahwa serangan militer lebih lanjut ke Ukraina oleh Rusia kemungkinan akan menyebabkan pengungsian orang secara besar-besaran di perbatasan Eropa.

Keadaan, dikhawatirkan bisa berdampak pada negara-negara seperti Polandia dan Lithuania. Pada 2014, Rusia mencaplok Semenanjung Krime dari Ukraina.

Johnson mengatakan, perdana menteri juga akan membahas dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengenai tawaran Inggris untuk meningkatkan pertahanan aliansi.

Agenda pembahasan termasuk penggandaan pasukan di Estonia, menyiagakan lebih banyak jet RAF di Eropa selatan, dan pengerahan baik kapal patroli Trent maupun kapal perusak Type 45 ke Mediterania Timur.

[NON | SR]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya