Kutim

Harus Lalui Perjalanan 5 Jam untuk Berobat, Legislator Demokrat Harap Pembangunan RS Pratama Muara Bengkal Terwujud

Kaltim Today
28 Juni 2021 16:07
Harus Lalui Perjalanan 5 Jam untuk Berobat, Legislator Demokrat Harap Pembangunan RS Pratama Muara Bengkal Terwujud
Anggota DPRD Kutim, Hason Ali. (Ramlah/Kaltimtoday. co).

Kaltimtoday.co, Sangatta - Kutai Timur (Kutim) sebagai daerah dengan wilayah terluas di Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki sebagian penduduk yang tersebar daerah pedalaman.

Terbagi menjadi 18 kecamatan, akses terhadap fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit cukup sulit untuk dijangkau oleh penduduk yang berada di kecamatan pelosok Kutim.

Anggota DPRD Kutim, Hason Ali menyoroti pentingnya keberadaan fasilitas kesehatan untuk masyarakat di kecamatan pinggiran, salah satunya Kecamatan Muara Bengkal.

Rumah sakit menjadi penting karena penanganan kesehatan terhadap masyarakat seharusnya ditindak secara cepat.

“Ya, kami berharap agar pembangunan rumah sakit itu dapat segera dituntaskan, sehingga tidak ada lagi masyarakat dapil kami yang sakit harus dirujuk ke luar daerah," ujar Politisi Partai Demokrat ini, Senin (28/6/2021).

Kebanyakan masyarakat Muara Bengkal yang hendak menjalani pengobatan ke rumah sakit harus keluar kota menuju Tenggarong, ataupun Samarinda.

Jarak yang harus ditempuh untuk mencapai rumah sakit terdekat juga tidak sebentar, yakni memakan waktu kurang lebih 5 jam.

Ditambah lagi dengan kondisi akses jalan yang belum baik, perjalanan menuju rumah sakit bisa ditempuh dengan durasi yang lebih lama ketika cuaca sedang musim penghujan.

"Ini kan jangkauan masyarajat ke rumah sakit terlalu luas, jadi itulah yang prioritas menjadi harapan-harapan kami kepada pemerintah,” tutur Hason.

Sekedar informasi pada Maret 2020 lalu, sebenarnya pemerintah kabupaten telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit Pratama di Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal.

Pada pembangunan pertama, dikucurkan anggaran sebesar Rp5 miliar demi terbangunnya rumah sakit yang berdiri di lahan hibah warga tersebut.

Pembangunan rumah sakit ini merupakan kerjasama Pemkab Kutim, anggota DPRD Kutim, serta masyarakat yang dicanangkan akan diresmikan pada tahun 2021 ini.

"Untuk itulah kami ingin RS di pedalaman ini segera terwujud," pungkasnya.

[El | NON | ADV DPRD KUTIM]



Berita Lainnya