HeadlineKaltim

Jelang Pelantikan Presiden, TNI Berstatus Siaga Satu, Kerahkan 3500 Prajurit di Kaltim Kaltara

Kaltimtoday.co, Samarinda – Satu hari jelang pelantikan presiden terpilih Jokowi dan Ma’aruf Amin, pada 20 Oktober mendatang. Seluruh jajaran TNI-Polri mengeluarkan kode siaga satu. Hal ini tak ketinggalan bagi wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kaltara) yang komandoi oleh Kodam VI/Mulawarman.

Melalui surat perintah Panglima Kodam (Pangdam) IV/Mulawarman, Mayor Jendral TNI Subiyanto, gelar apel pasukan disiagakan di halaman Korem 091/ASN (Aji Surya Natakesuma) pada Jumat (18/10/2019) sore tadi. Dijelaskan Kasi Ops Rem 091/ASN, Kolonel Info Hendri Wijaya, jika personel jajarannya siap digerakkan selama proses pengamanan tiga hari kedepan.

“Akan berlangsung sampai pengaman pelantikan presiden dan wakil khususnya di wilayah Kaltim Kaltara,” ucapnya saat dijumpai seusai gelar pasukan.

Kata Hendri, jumlah personel yang akan dikerahkan nantinya sebanyak 3500 prajurit TNI yang terdiri dari unsur badan pelaksana (Balak), Batalion 611, dan seluruh jajaran Kodim di bawah komando Korem 091/ASN.

“Pertama kita berharap Kaltim Kaltara tetap kondusif. Tentu yang kita antisipasi adalah pusat-pusat pemerintahan dan gedung gedung dewan,” papar perwira melati tiga TNI ini.

Selain itu, dijelaskannya juga, jika pihaknya akan terus melakukan sinergitas dengan jajaran kepolisian, baik Mapolda Kaltim, Polresta Samarinda, dan seluruh jajaran Polsek yang dinaunginya.

“Kita juga akan berpatroli. Ada juga pengamanan tertutup yakni personil yang mengenakan seragam sipil, dan pengaman terbuka seperti hari ini,” ulasnya.

Kalau urusan patroli dengan kepolisian, tidak ada jadwal khusus karena itu bersifat fleksibel. Dengan pengamanan super ketat ini, diharapkannya, agar wilayah Kaltim Kaltara khususnya Samarinda bisa terjaga ke kondusifannya.

“Kita yakinkan ke masyarakat, kalau kita akan memberikan rasa keamanan pada mereka. Bahkan di PPU pun sudah kita siagakan hingga tercipta suasana kondusif seperti sekarang,” kata Hendri.

“Kami juga mengimbau ke masyarakat percaya pada aparat keamanan. Jangan percaya berita hoax tapi carilah berita terpercaya yang bisa dipertanggungjawabkan. Kemudian juga tentunya jangan mudah terprovokasi,” pungkasnya.

[JRO |TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close