HeadlineKaltim

Jumlah Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kaltim Semakin Banyak

Kaltimtoday.co, Samarinda – Jumlah tenaga kesehatan di Kaltim yang terinfeksi Covid-19 dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Apalagi selama terjadi peningkatan kasus positif di Kaltim, jumlahnya naik berkali lipat.

Berdasarkan catatan Kaltimtoday.co, kasus pertama tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19 terjadi pada 14 Juli 2020. Saat itu, ada 19 tenaga kesehatan dari RSUD IA Moeis yang terinfeksi Covid-19. Tapi tidak lebih dari seminggu, 19 tenaga kesehatan itu sembuh berbarengan. Meski begitu, kasus terinfeksinya 19 tenaga kesehatan itu sempat membuat RSUD IA Moeis tutup sementara.

Baca juga:  Tidak Perlu Datang Pagi Buta, Berikut Cara Ambil Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan

Kemudian kasus pada 18 Juli 2020. Ada satu tenaga kesehatan di Klinik Kecamatan Batu Sopang terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian 30 Juli 2020, 14 tenaga kesehatan di RSUD Beriman Balikpapan positif Covid-19. Kasus ini juga menyebabkan RSUD Beriman Balikpapan ditutup sementara.

Terbaru, RSUD AW Syahranie Samarinda melaporkan ada 26 tenaga kesehatannya yang juga terinfeksi Covid-19. Bahkan kasus Covid-19 di RSUD AW Syahranie membentuk klaster tersendiri. Hasil penelusuran kontak 6 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif sebelumnya pada Selasa (28/7/2020).

Baca juga:  Puisi Haru Siswa Pesisir tentang Virus Corona

Untuk sementara pelayanan kesehatan di RSUD AW Syahranie terpaksa dibatasi. Warga yang ingin berobat dengan yang tidak membutuhkan dokter spesialis atau sub-spesialis diminta untuk sementara berobat ke klinik atau puskesmas terdekat. Hal itu dilakukan demi menghindari tertular virus corona.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, dr Nataniel Tandirogang menyebut, banyaknya tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 memang sudah menjadi risiko pekerjaan. Sebagai orang yang berjuang digarda terdepan, tenaga kesehatan memang paling berisiko tertular. Apalagi saat jumlah kasus mengalami kenaikan cukup drastis dalam beberapa pekan terakhir di Kaltim.

Baca juga:  100 Universitas Terbaik di Indonesia 2020 Versi UniRank

Nataniel menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan tenaga kesehatan di Kaltim banyak terinfeksi Covid-19. Pertama, kedisiplinan tenaga kesehatan sendiri dalam menggunakan alat pelindung diri dan menerapkan protokol kesehatan. Kedua, kejujuran pasien yang berobat. Masih banyak pasien yang berobat enggan mengakui riwayat perjalanan maupun rekam medis. Terakhir, memang kondisi yang sukar dihindari. Banyak tenaga medis kelelahan. Capek. Sehingga kadang lupa menerapkan protokol kesehatan.

“Kedisiplinan tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat yang berhadapan dengan Covid-19 tidak boleh lengah. Kalau abai, sudah pasti akan tertular,” ujar dr Nataniel.

Seperti diketahui, sejak Juni 2020, kasus Covid-19 di Kaltim mengalami lonjakan cukup drastis. Hingga Senin, 4 Agustus 2020, total kasus Covid-19 di Kaltim sudah mencapai 1.516 kasus. Masih menjalani perawatan sebanyak 567 orang, sembuh sebanyak 913 orang, dan meninggal sebanyak 36 orang.

Baca juga:  Tekad Kuat Mujiono dan Keluarga Sembuh dari Covid-19 Undang Simpati Tetangga Sekitar

Di tengah lonjakan kasus itu, Juru Bicara Pemprov Kaltim, Andi M Ishak, terus mengingatkan warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Rajin mencuci tangan, pastikan menggunakan masker, dan menjaga jarak.

“Kedisiplinan kunci mencegah terinfeksi virus corona. Semoga semua patuh dan displin menjalankannya,” tuturnya.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close