BalikpapanKaltimSamarinda

Adakan Diskusi Publik, Iluni UI Kaltim Dorong Pemerintah Perbaiki Sarana Transportasi Massal

REZA/KALTIMTODAY.CO

Kaltimtoday.co – Ruas-ruas jalan perkotaan di Kaltim semakin sesak akibat kepadatan kendaraan pribadi. Sementara, ketersediaan moda transportasi publik masih sangat terbatas. Hal ini tidak lepas dari minimnya perhatian pemerintah dalam sektor transportasi umum.

Padahal ada banyak keuntungan dari pemanfaatan transportasi umum. Seperti mengurangi angka kecelakaan, mengurangi kemacetan, menekan polusi udara, dan menghemat bahan bakar minyak (BBM).

Melihat fenomena itu, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Kaltim berinisiatif menggelar diskusi publik bertajuk “Membangun Transportasi Publik untuk Pembangunan Berkelanjutan Kaltim” di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Jalan S Parman, Sabtu (18/5). Acara diskusi yang dibalut dengan buka puasa bersama ini turut menghadirkan tiga narasumber, yakni Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin, Kepala Balai  Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim dan Kaltara Felix Iryantomo, dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong. Selain itu hadir pula alumni-alumni dari sejumlah perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNPAD, dan UNHAS.

Dalam diskusi publik ini, ketiga narasumber sepakat bahwa transportasi publik merupakan isu penting yang juga harus mendapat perhatian serius selain isu tentang pendidikan maupun kesehatan. Karena persoalan transportasi publik merupakan urat nadi perekonomian suatu daerah. Jika persoalan transportasi  publik bisa diselesaikan, maka biaya perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain akan jadi lebih murah.

REZA/KALTIMTODAY.CO
Direktur Perum Damri Setia N Milatia Moemin mengatakan, transportasi publik harus menjadi prasarana masyarakat untuk masyarakat dari pemerintah. Agar hal itu bisa terwujud, pemerintah perlu memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat mau pindah dari kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi ke moda transportasi massal.“Mengubah kebiasaan masyarakat itu tidak mudah, harus ada upaya maksimal dari berbagai pihak,” ujar Setia N Milatia Moemin.Disebutkannya, Perum Damri saat ini terus melakukan inovasi untuk memberikan kenyaman bagi masyarakat. Orientasinya bahkan menyamai transportasi online. Sehingga kenyamanan yang diberikan dapat benar-benar membuat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.“Semua pihak harus bersama-sama berupaya untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi agar kemacetan dan kecelakaan lalulintas dapat berkurang. Khusus Perum Damri, kami akan terus berupaya memberikan mobilitas yang nyaman dan aman kepada masyarakat agar menggunakan angkutan umum massal,” kata lulusan Teknik Sipil Universitas Indonesia tersebut.Sementara itu, Kepala Dishub Kaltim Salman Lumoindong membenarkan, saat ini kepadatan kendaraan di kawasan perkotaan di Kaltim sudah cukup mengkhawatirkan. Di Samarinda jumlah kendaraan sudah mencapai 700 ribu unit. Sementara di Balikpapan sudah mencapai 600 ribu unit. Tiap tahun jumlah kendaraan di dua kota itu terus bertambah. Jika tidak didukung oleh transportasi massal, maka tidak menutup kemungkinan di masa depan dua kota itu akan mengalami kemacetan yang sama parahnya dengan kota-kota besar di Pulau Jawa.

“Jumlah kendaraan terus bertambah sementara lebar jalan dan sarana pendukungnya tidak, mungkin 5-10 tahun lagi kemacetan di Samarinda dan Balikpapan sudah seperti di Jawa,” ucap Salman.

Jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengapresiasi diskusi publik yang digagas Iluni UI Kaltim. Pemaparan dalam diskusi itu, sebut dia, dapat menjadi masukan pemerintah sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keberadaan transportasi umum massal yang aman dan nyaman di Kaltim.

“Saya sangat mendukung dan akan memperjuangkan keberadaan transportasi massal yang aman dan nyan di Kaltim,” pungkasnya.

Adapun, Kepala Balai  Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim dan Kaltara Felix Iryantomo mengungkapkan, saat ini transportasi publik belum mencapai tingkat memberikan kenyamanan untuk para penumpang. Perlu upaya dari seluruh pihak terkait baik pemerintah maupun pengusaha angkutan untuk menghadirkan transportasi umum yang aman dan nyaman.

Selain itu, Felix Iryantomo juga menyoroti moda transportasi bus Damri yang sampai saat ini belum mendapatkan izin masuk ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Padahal, keberadaannya sangat dinantikan warga.

“Saya kira kalau direktur Perum Damri langsung yang ke Angkasa Pura akan lebih mudah mendapat izinnya,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Iluni UI Kaltim Bahrain Munir menyatakan, di Kaltim keberadaan transportasi publik masih jauh dari harapan. Aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi publik masih sangat kurang. Perlu langkah serius untuk menghadirkan transportasi publik yang nyaman dan aman sehingga masyarakat mau beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

“Transportasi adalah faktor yang sangat vital dalam pembangunan negara dan daerah. Kalau transportasi publik di suatu kota baik, maka perekonomian juga ikut meningkat,” sebut Bahrain Munir.

Disebutkannya, saat ini permasalahan transportasi publik hanya berkutat pada isu seputar uji KIR, kelayakan armada, dan pembangunan terminal. Padahal isu utama yang tidak kalah penting menjadi perhatian adalah soal aksesibilitas transportasi publik itu sendiri.

“Kami berharap melalui diskui ini pemerintah provinsi maupun kota dapat lebih serius menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau agar masyarakat tertarik menggunakan angkutan umum massal,” pungkasnya.

Diskusi ini sendiri merupakan kegiatan terakhir dari pelbagai rangkaian kegiatan tahunan Bakti Iluni UI  bagi Bumi Etam sejak akhir 2018 hingga awal 2019, sebagai bentuk kontribusi Iluni UI untuk kemajuan Kaltim.

[RZA | TOS | ADV]
Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close