Daerah

Karhutla Muara Muntai Ditangani Lewat Darat, Titik Api Dinyatakan Zero

Supri Yadha — Kaltim Today 07 September 2026 17:33
Karhutla Muara Muntai Ditangani Lewat Darat, Titik Api Dinyatakan Zero
Penanganan Karhutla di Kecamatan Muara Muntai. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Rencana penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui water bombing di Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya dibatalkan. Titik api di dua desa, yakni Muara Leka dan Aloh, berhasil dipadamkan. Karhutla di dua wilayah tersebut dinyatakan zero atau padam pada Jumat (4/9/2026) lalu.

Sebelumnya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan terdapat sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Salah satunya berada di Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai. Kondisi tersebut membuat Pemkab Kukar berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan BNPB untuk menyiapkan opsi water bombing.

Pernyataan tersebut langsung disikapi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, dengan menerjunkan dua regu ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Afe, sapaan Fida Hurasani, mengungkapkan Disdamkarmatan bersama lintas sektor telah memetakan titik panas dan titik api di sejumlah wilayah. 

Namun, untuk Muara Muntai saat itu pihaknya masih melakukan pemantauan dan belum mendapat penekanan khusus seperti penanganan karhutla di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga.

“Begitu statement Pak Bupati mengatakan akan meminjam, memohon bantuan dengan BPBD Provinsi, BNPB untuk water bombing di wilayah Muara Muntai, saya merasa tertantang. Kita kan belum turun nih, Damkar belum turun. Langsung begitu saya baca itu, saya langsung telepon Camat Muara Muntai,” kata Afe, Senin (7/9/2026).

Setelah itu, Afe membentuk dua regu dengan masing-masing beranggotakan enam orang. Tujuan pertama, masuk melalui Desa Muara Leka, kemudian bergerak menuju Desa Aloh untuk melakukan penanganan di titik api lainnya.

Penanganan karhutla juga melibatkan lintas sektor, termasuk perusahaan yang berada di sekitar lokasi. Menurut Afe, titik kebakaran berada di luar wilayah konsesi perusahaan, meski lokasinya berbatasan dengan area perkebunan.

Medan yang harus dilalui petugas juga menjadi tantangan tersendiri. Tim harus membuka jalur menuju lokasi, melewati rawa hingga kawasan berbukit. Bahkan, selang sepanjang sekitar 600 meter harus dihamparkan dari sumber air untuk menjangkau titik api.

Pemadaman dilakukan hingga titik api terakhir untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merambat lebih jauh.

“Jadi di dua hari itu, dua tempat itu kita datangin. Yang mana bisa kita selesaikan, yang mana kita anggap sudah aman, yang mana memang harus kita kejar titik apinya untuk tidak merambat lagi seperti itu,” tuturnya.

Pada Jumat (4/9/2026) sore, titik api dinyatakan padam. Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka bermalam untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Kita tarik dari drone lagi apakah ada titik merah muncul di malam hari. Alhamdulillah begitu malam kita naikkan lagi drone, memang mereka memastikan (tidak ada titik api). Baru kita diizinkan untuk meninggalkan lokasi dari pihak kecamatan dan perusahaan,” tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya