Entertainment
Kasus Influenza A di Indonesia Meningkat, 6 Kelompok Ini Lebih Rentan
Kaltimtoday.co - Kasus influenza A di Indonesia menunjukkan peningkatan pada sejumlah indikator pemantauan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga 12 September 2026, positivity rate influenza pada minggu ke-35 meningkat menjadi 38 persen dari 22 persen pada minggu sebelumnya.
Pada periode tersebut, Kemenkes mencatat 66 kasus positif influenza dari 175 spesimen yang diperiksa. Kasus tersebut terdiri atas 2 influenza A (H3N2), 63 influenza A (H1N1pdm09), dan 1 influenza B (Victoria).
Proporsi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ILI) yang terpantau di fasilitas pelayanan kesehatan juga meningkat menjadi 0,29 persen dari 0,27 persen pada minggu sebelumnya. Sementara itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut berat (SARI) naik menjadi 1,42 persen dari 1,24 persen.
Meski sejumlah indikator mengalami peningkatan, tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih dikategorikan rendah dan situasi dinilai terkendali.
Apa Itu Influenza A?
Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menyerang saluran pernapasan. Virus ini dapat menular antarmanusia dan menimbulkan gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga nyeri tubuh.
Influenza A dapat menginfeksi manusia dan sejumlah jenis hewan. Virus ini juga terus mengalami perubahan sehingga subtipe atau galur yang beredar dapat berbeda dari waktu ke waktu.
Di Indonesia, Kemenkes melakukan pemantauan terhadap berbagai subtipe influenza A. Dalam laporan minggu ke-35 tahun 2026, mayoritas kasus influenza yang terdeteksi berasal dari influenza A (H1N1pdm09), disusul influenza A (H3N2).
Kelompok yang Lebih Rentan Mengalami Influenza Berat
Siapa pun dapat terinfeksi influenza A. Namun, risiko mengalami penyakit berat atau komplikasi tidak sama pada setiap orang.
Ibu hamil termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami influenza berat. Risiko tersebut dapat terjadi pada berbagai tahap kehamilan.
Anak berusia di bawah 5 tahun juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza, terutama anak usia sangat muda.
Kelompok lainnya adalah lansia berusia 65 tahun ke atas yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat akibat influenza.
Orang dengan penyakit kronis juga lebih berisiko mengalami komplikasi ketika terinfeksi influenza. Infeksi tersebut dapat memperburuk kondisi penyakit kronis yang sudah dimiliki.
Kondisi yang termasuk dalam kelompok ini antara lain penyakit jantung, paru-paru, ginjal, hati, metabolik, saraf, dan gangguan darah. Asma dan diabetes juga disebut dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah juga lebih rentan mengalami influenza berat. Kelompok ini antara lain orang yang menjalani kemoterapi atau mengalami penekanan sistem imun akibat HIV maupun kondisi lainnya.
Selain itu, tenaga kesehatan memiliki risiko lebih tinggi terpapar influenza karena lebih sering berinteraksi dengan pasien. Mereka juga berpotensi menularkan virus kepada pasien lain yang memiliki kondisi rentan.
Gejala Influenza A
Influenza umumnya menimbulkan gejala yang muncul secara tiba-tiba. Gejala yang dapat muncul antara lain demam, batuk yang biasanya kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, rasa tidak enak badan, sakit tenggorokan, serta hidung berair.
Gejala lainnya dapat berupa hidung tersumbat, bersin, kelelahan, menggigil, dan nyeri tubuh. Namun, tidak semua orang yang terinfeksi influenza akan mengalami demam.
Gejala biasanya mulai muncul sekitar satu hingga empat hari setelah terinfeksi, dengan rata-rata sekitar dua hari. Sebagian besar penderita dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu.
Namun, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius pada kelompok berisiko. Jika kondisi semakin berat atau tidak membaik, pemeriksaan medis diperlukan.
Bagaimana Influenza A Menular?
Virus influenza dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau mengeluarkan partikel pernapasan. Penularan lebih mudah terjadi ketika seseorang berada dekat dengan penderita atau berada dalam ruangan tertutup yang sama.
Penularan juga dapat terjadi melalui tangan atau permukaan yang terkontaminasi virus. Seseorang kemudian dapat terinfeksi ketika menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah tangannya terpapar virus.
Tempat yang ramai dan memiliki sirkulasi udara kurang baik dapat meningkatkan risiko penyebaran influenza.
Karena itu, menjaga kebersihan tangan, memperbaiki sirkulasi udara, dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Orang yang sedang mengalami gejala influenza juga disarankan mengurangi kontak dengan orang lain dan tetap berada di rumah selama kondisi belum membaik untuk mengurangi risiko penularan.
Cara Mencegah Influenza A
Vaksinasi menjadi salah satu langkah untuk mencegah influenza. Vaksin influenza tahunan terutama penting bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti ibu hamil, anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, lansia, penderita penyakit kronis, serta tenaga kesehatan.
Selain vaksinasi, risiko penularan dapat dikurangi dengan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Masyarakat juga dianjurkan tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan. Membuka jendela atau meningkatkan ventilasi dapat dilakukan untuk memperbaiki sirkulasi udara.
Kondisi Influenza di Indonesia
Hingga minggu ke-35 tahun 2026, sejumlah indikator influenza di Indonesia menunjukkan peningkatan. Positivity rate influenza meningkat menjadi 38 persen dari 22 persen pada minggu sebelumnya.
Dari 175 spesimen yang diperiksa, ditemukan 66 kasus positif influenza, terdiri atas 65 kasus influenza A dan 1 kasus influenza B.
Pada pemantauan di fasilitas pelayanan kesehatan, proporsi kasus ILI meningkat menjadi 0,29 persen dari 0,27 persen. Kasus SARI juga meningkat menjadi 1,42 persen dari 1,24 persen.
Meski demikian, tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih dikategorikan rendah dan situasi dinilai terkendali.
[RWT]
Related Posts
- Usut 47 Kasus Karhutla di Kaltim, Polisi Tetapkan 16 Orang Jadi Tersangka
- Karhutla Meluas hingga Dekati Runway Bandara APT Pranoto Samarinda, BPBD Terjunkan Satgas Darat dan Water Bombing
- BMKG Rilis 17 Provinsi Alami Kekeringan Ekstrem Panjang, Dominasi Kemarau Tembus 80,7 Persen ZOM
- Gandeng Serdik Sespim Polri 67 Padamkan Karhutla di Merasa, Wabup Gamalis Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
- Kabut Asap Karhutla Picu 113.336 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Balita Ikut Terdampak









