PEMKAB BERAU
Gandeng Serdik Sespim Polri 67 Padamkan Karhutla di Merasa, Wabup Gamalis Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Kaltimtoday.co - Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pedalaman Kabupaten Berau mendapat amunisi tambahan. Peserta didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Angkatan 67 terjun langsung ke garis depan membantu pemadaman titik api di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Rabu (9/9/2026).
Aksi penanganan karhutla tersebut merupakan bagian dari agenda Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang disinergikan langsung dengan peninjauan lapangan oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Dalam tinjauannya, Gamalis mengidentifikasi hambatan teknis utama yang dihadapi satgas gabungan, yaitu jarak tempuh titik api yang berada jauh dari pasokan sumber air permukaan. Keterbatasan ini menuntut tim pemadam menyambung rangkaian selang panjang melintasi rintangan vegetasi kering.
“Lumayan jauh kalau selang untuk memadamkan api di lokasi. Salah satu upaya adalah bantuan unit dari perusahaan sekitar,” ungkap Gamalis.
Gamalis turut memprioritaskan penyekatan api di salah satu titik yang merambat mendekati Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat guna mencegah kobaran menjangkau area permakaman warga. Mengingat prediksi durasi fenomena kemarau ekstrem yang masih berlanjut, ia mengapresiasi soliditas kerja sama antara TNI-Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, KPHP, pihak swasta, dan masyarakat pedesaan.
Terkait peta kerawanan, Camat Kelay Muhammad Saleh mengonfirmasi bahwa selain Kampung Merasa, ancaman titik panas (hotspot) tertinggi terdeteksi di Kampung Merabu, Merapun, Long Gie, dan Sido Bangen. Saleh menambahkan, kendala logistik armada BPBD yang terbatas membuat bantuan unit tangki suplai dari sektor swasta menjadi sangat krusial di wilayah Kelay.
Keterlibatan aparat penegak hukum dalam pemadaman ini dinilai penting untuk memitigasi dampak sosio-ekonomi lokal. Serdik Sespimmen Polri Angkatan 67, Kompol Erwin Satrio Wilogo, menegaskan keprihatinannya atas kebakaran yang merembet ke komoditas produktif warga.
“Karhutla di Berau perlu penanganan yang sangat serius. Di Merasa sendiri, banyak petani yang kehilangan kebunnya, terutama tanaman kakao yang menjadi tumpuan mata pencaharian utama. Penanganannya harus gotong royong lintas instansi untuk meminimalkan dampak ekonomi warga,” pungkas Erwin.
[MGN | ADV PEMKAB BERAU]
Related Posts
- AHY, Pidato, dan Tafsir Politik
- Pesta Adat ERAU 2026 Makin Dekat, Persiapan Empat Venue Utama Dikebut
- Warga Terdampak Karhutla Dapat Bantuan Rp500 Juta, Gamalis Dorong Pemulihan Petani
- Cara Cek Lokasi Orang Lain lewat Google Maps secara Real-Time dan Akurat
- Kabut Asap Kepung Kalimantan, BMKG Perketat Pantauan Hotspot dan Suplai Data Cuaca ke Satgas Karhutla









