Headline
Kesal Tambang Ilegal di Samarinda Tidak Ditindak Polisi, Puluhan Petani Segel Alat Berat
Kaltimtoday.co, Samarinda - Puluhan petani menyegel alat berat di lokasi tambang ilegal, kawasan Jalan Kalan Luas, Kelurahan Makroman, Samarinda, Sabtu (24/9/2022).
Aksi itu dilakukan petani sebagai bentuk protes karena aktivitas tambang ilegal tidak kunjung ditindaklanjuti polisi.
"Protes ini kami lakukan karena lahan pertanianterganggu aktivitas pertambangan illegal," tulis Baharuddin, Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, dalam rilis resmi Jatam Kaltim.
Baharuddin mengungkapkan tambang illegal mulai masuk dan beroperasi sejak 11 Juli 2022. Galian dari tambang ilegal itu masuk masuk kawasan pertanian warga.
8 Agustus 2022, Baharuddin sudah melakukan pelaporan ke Polresta Samarinda. Setelah pelaporan tersebut, tambang illegal sempat berhenti beroperasi selama 4 hari.
"Setelah itu tambang illegal tersebut kembali beroperasi kembali sampai saat ini. Tambang illegal itu bahkan sekarang bergeser ke wilayah kelompok tani lain," ungkapnya.

Dia menuturkan, hingga aksi ini digelar, belum ada tindakan tegas dari aparat kepolisian Samarinda untuk membasmi pertambangan illegal ini. Padahal, ketentuan Pasal 158 Undang-Undang No. 3/2020 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 4 /2009 tentang pertambangan mineral dan batubara menyebut: “Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 35, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah)”.
Kepada awak media, Dinamisator Jatam Kaltim Mareta Sari menyampaikan, ada beberapa tuntutan petani Makroman dalam aksi tersebut.
Pertama, menolak apapun operasi tambang legal maupun illegal di kawasan pertanian di Makroman.
Kedua, mendesak kepolisian untuk menangkap dan mengadili pelaku tambang illegal di Makroman.
Ketiga, meminta batu bara yang sudah digali untuk dikembalikan pada tempat galian dan menutup galian agar tidak menyebabkan banjir dan lumpur yang mencemari pertanian di Makroman.
Terakhir, petani mendesak agar segara dilakukan pemulihkan kawasan yang dirusak tambang ilegal untuk pertanian yang berkeadalilan dan berkelanjutan.
[TOS]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Dorong Hilirisasi dan Energi, MIF 2026 Gaet Potensi Investasi Rp 32,7 Triliun di Kaltim
- Toyota Luncurkan Kijang Innova Zenix Berteknologi T Intouch di Samarinda
- Soroti Antrean BBM di SPBU Setiap Hari, DPRD Kukar Bakal Telusuri Dugaan Penyelewengan
- Pemprov Kaltim Usulkan Karhutla Bencana Nasional, Bupati Kukar Harap Penanganan Lebih Masif
- Bentuk Karakter ASN, Bupati Kukar Pastikan Program Gerakan Etam Mengaji Berlanjut









