Daerah

KONI Kaltim Siapkan Strategi Dongkrak Medali Akuatik, Dorong Penguatan Pembinaan dan Fasilitas

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 27 Agustus 2026 09:21
KONI Kaltim Siapkan Strategi Dongkrak Medali Akuatik, Dorong Penguatan Pembinaan dan Fasilitas
Tinjauan KONI Kaltim ke Kolam Renang Mulawarman, Balikpapan. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim mulai menyiapkan strategi untuk mengoptimalkan potensi cabang olahraga akuatik sebagai salah satu penyumbang medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring langsung Ketua KONI Kaltim H Anderiy ST bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading terhadap proses pembinaan atlet akuatik di Kolam Renang Mulawarman, Balikpapan.

Dalam kunjungan, Anderiy melihat langsung proses latihan atlet renang muda asal Balikpapan yang juga dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Kabupaten Paser pada November mendatang.

Ketua Akuatik Kaltim, Alimuddin, mengatakan pembinaan atlet saat ini terus digenjot dengan intensitas latihan yang cukup tinggi. Para atlet menjalani latihan dua sesi setiap hari, yakni sore hingga malam serta dini hari hingga pagi.

“Dari jam 6 sore sampai jam 9 malam mereka latihan, nanti gelombang kedua jam 5 subuh sampai jam 8 pagi baru selesai. Intinya, mereka latihan di luar aktivitas mereka sebagai pekerja maupun pelajar,” ungkap Alimuddin.

Menurut Alimuddin, pembinaan tersebut diarahkan untuk mencapai target jangka panjang, yakni meningkatkan perolehan medali Kaltim pada PON. Terlebih, akuatik memiliki 59 nomor pertandingan yang dinilai membuka peluang besar bagi Kaltim untuk menambah pundi-pundi medali.

Namun, target tersebut membutuhkan dukungan fasilitas latihan yang memadai. Alimuddin menilai Kolam Renang Palaran masih layak dikembangkan karena telah memiliki standar nasional.

“Sebenarnya kolam renang Palaran sangat mumpuni karena sudah sesuai standar nasional, tinggal bagaimana Pemprov Kaltim bisa mendukung untuk melakukan pembenahan sedikit agar kolam tadi bisa layak kembali digunakan,” ujarnya.

Ia menilai pembenahan Kolam Renang Palaran menjadi opsi yang lebih memungkinkan dibandingkan membangun fasilitas baru. Selain fasilitas, Alimuddin juga mendorong peningkatan kualitas pelatih melalui perekrutan tenaga profesional dari luar negeri.

Menurutnya, pelatih dari negara dengan tradisi renang kuat seperti Australia, Amerika, China, dan Rusia dapat membantu meningkatkan kualitas program latihan atlet Kaltim.
“Bisa pelatih dari Australia, Amerika, atau Cina dan Rusia, karena mereka punya program yang bisa mendongkrak prestasi atlet dan reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan renang dunia,” katanya.

Alimuddin menilai biaya mendatangkan pelatih profesional ke Kaltim berpotensi lebih efisien dibandingkan mengirim atlet untuk menjalani pemusatan latihan di luar negeri.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Anderiy menyatakan KONI Kaltim membuka peluang menggandeng pihak swasta untuk mendukung pembinaan atlet melalui skema mitra atau “bapak angkat”.

Menurutnya, dukungan pihak ketiga dapat membantu meringankan kebutuhan pembiayaan yang harus ditanggung KONI bersama pengurus provinsi cabang olahraga.

“Hal ini membantu kita, baik KONI maupun Pengprov, terhadap beban biaya yang dikeluarkan dalam pembinaan nanti,” kata Anderiy.

Ia meminta Pengprov Akuatik Kaltim segera menyusun program latihan secara terukur, termasuk kebutuhan anggaran apabila mendatangkan pelatih profesional dari luar negeri.

Rencana tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi KONI Kaltim dalam menawarkan kerja sama kepada calon mitra. Besaran dukungan dari pihak swasta akan disesuaikan dengan kebutuhan program dan dikombinasikan dengan anggaran KONI.

Sementara itu, Rasman Rading meminta Pengprov Akuatik Kaltim menyiapkan usulan pembenahan Kolam Renang Palaran untuk disampaikan kepada Gubernur Kaltim.

Ia berharap pembenahan fasilitas tersebut dapat berjalan beriringan dengan rencana pembangunan kolam renang di kawasan Stadion Gelora Kadrie Oening, Sempaja.

“Harapan saya bisa segera, karena pembangunan kolam renang di Stadion Kadrie Oening sebenarnya bagian dari menunjang fasilitas hotel. Kalau bisa dua berjalan, di Palaran tetap bisa ikut diperbaiki karena biayanya tidak terlalu besar juga,” kata Rasman.

[RWT] 



Berita Lainnya