Daerah

Dari Kopi hingga Makanan, 58 Tenant Siap Bikin Pujasera Arbizz Space Jadi Lebih Hidup

Supri Yadha — Kaltim Today 15 September 2026 18:53
Dari Kopi hingga Makanan, 58 Tenant Siap Bikin Pujasera Arbizz Space Jadi Lebih Hidup
Suasana Taman Pujasera saat malam hari. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kawasan Tuah Himba, Tenggarong, bakal memiliki pusat kuliner dan aktivitas UMKM baru. Taman Pujasera Kota Arbizz Space mulai dihidupkan melalui pembukaan tenant sebelum resmi diluncurkan pada 19 September 2026.

Persiapan pembukaan dimulai Senin (14/9/2026) dengan shop opening bagi para pelaku UMKM yang mengisi tenant di kawasan tersebut.

Sejumlah kegiatan turut digelar selama masa shop opening hingga peluncuran. Mulai dari penampilan band hingga zumba yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat sore.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Santi Effendi mengatakan, aktivitas di Pujasera berlangsung mulai sore hingga malam hari, sekitar pukul 23.00 Wita.

“Ini persiapan untuk launching Pujasera Taman Kota Arbizz Space, dari malam ini sudah ada kegiatan, ada band-band, sampai Jumat sore itu ada zumba,” kata Santi.

Peluncuran Taman Pujasera Kota Arbizz Space juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi dan Hari UMKM, sekaligus launching aplikasi Kukar Go. Peresmian dijadwalkan dilakukan langsung oleh Bupati Kukar pada 19 September malam.

“Pada tanggal 19 malam itu akan dibuka Bupati langsung,” sambungnya.

Dari sisi keterisian, seluruh tenant yang disiapkan pengelola telah terisi. Total terdapat 58 tenant yang diisi UMKM lokal hasil kurasi pihak pengelola.

Menurut Santi, tingkat keterisian tersebut bahkan melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 80 persen, dengan capaian mencapai 95 persen.

Namun, konsep Pujasera tidak sekadar menyediakan tempat bagi pelaku UMKM untuk berjualan. Pengelola juga melakukan penataan tenant agar jenis usaha yang tersedia saling melengkapi.

“Konsep di sini bukan hanya menyewakan tenant, tetapi bagaimana mengembangkan Taman Pujasera Arbizz Space. Jadi kami tidak masuk ke ranah itu,” tutur Santi.

Beragam jenis kuliner tersedia di kawasan tersebut, mulai dari kopi, omelet, makanan berat, Soto Kutai hingga jajanan khas Kutai.

Penataan tenant juga dibuat agar tidak terjadi penumpukan jenis usaha yang sama. 

Misalnya, tenant minuman ditempatkan berdekatan dengan tenant makanan berat sehingga pilihan bagi pengunjung lebih beragam.

“Seperti hari ini kan dilihat nih, Kopi Teng kan jualan kopi. Sebelahnya itu kan ada dapur makanan berat. Jadi berimbang. Tidak satu sini, satu kopi, satu kopi. Nah, akhirnya di sini konsep mereka saya lihat sudah bagus. Berimbang. Satu makanan, satu minuman,” jelasnya.

Santi menilai konsep tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola mengembangkan kawasan Pujasera, bukan hanya mengandalkan aktivitas jual beli tenant.

Kehadiran Pujasera Kota Arbizz Space juga diharapkan ikut menangkap peluang ekonomi dari rangkaian Festival Erau dan peringatan Hari Jadi Kota Raja Tenggarong.

“Iya, menyambut Erau dan Hari Jadi Kota Raja Tenggarong,” ucapnya.

Ia berharap, Pujasera nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk agenda tradisional. Keberadaan area parkir dinilai menjadi salah satu pendukung karena kegiatan dapat digelar tanpa mengganggu arus lalu lintas.

“Kami pun berharap tidak menutup kemungkinan kegiatan seperti tradisional yang memang ada halaman kita depan mungkin bisa dipakai, bisa digunakan. Karena di sini ada parkirnya yang tidak mengganggu lalu lintas. Artinya bisa lah untuk keamanan sendiri,” pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya