HeadlineSamarinda
Trending

Kronologi Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam Akibat Bermain Banjir di Betapus Samarinda

Kaltimtoday.co, Samarinda – Seorang bocah berusia 10 tahun ditemukan tewas tenggelam di kawasan Betapus, Kelurahan Lempake, Samarinda, Selasa (26/5/2020) sore.

Nyawa bocah 10 tahun itu gagal diselamatkan saat bermain air dengan memanfaatkan genangan banjir di area persawahan daerah tersebut.

Baca juga:  Banjir Lumpuhkan Sejumlah Kawasan di Samarinda

Peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya bermain di kawasan Betapus, Lempake. Kawasan persawahan ini memang kerap dijadikan sarana bermain saat banjir tiba atau sekadar tempat nongkrong warga sekitar menjelang senja.

Korban bermain air di area persawahan ini dengan memanfaatkan genangan banjir di lokasi tersebut. Sebelumnya, mereka hanya bermain di sekitar genangan air yang dangkal. Di kawasan itu juga ramai orang dan ada banyak anak-anak yang bermain. Bahkan kawasan tersebut sampai macet, kendaraan susah untuk melintas.

Namun, diduga terlalu asyik, korban terbawa arus ke dalam gorong-gorong yang dalamnya 1-2 meter. Derasnya air membuat korban tenggelam. Peristiwa hilangnya korban dilaporkan warga setempat pukul 17.30 Wita. Korban baru ditemukan satu jam kemudian atau sekitar pukul 18.30 Wita.

Baca juga:  Samarinda Banjir Parah Lagi, Hastag #KangenPakJaang Ramai di Media Sosial

“Korban tenggelam terbawa arus masuk ke dalam gorong-gorong yang dalamnya berkisar 1-2 meter,” ungkap Plt Kepala BPBD Samarinda, Hendra.

Disebutkan Hendra, saat ditemukan kondisi bocah tersebut dalam keadaan kritis. Sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa bocah tersebut tidak tertolong.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Salah satu produk andalan terbaik dan terlaris, Lada Hitam Bubuk. Produk ini berasal dari lada muda yang tidak dikupas, lalu dikeringkan, cocok untuk masakan ayam, ikan, daging, Citarasanya tidak terlalu pedas sehingga cocok untuk yang tidak suka makanan pedas tetapi ingin menambahkan sedikit rasa pedas ke makanannya, bisa langsung untuk taburan untuk membuat rasa yang gurih, cocok untuk membuat aneka tumisan. . Umur simpan 2 tahun. Halal. Tanpa pewarna dan pengawet buatan. Kualitas terjamin 🙂 . #penyedaprasasehat #stayathome #penyedaprasa #viruscorona #lawancovid19 #infokaltim #viral #like4likes #kalimantantimur #kaltim #balikpapan #penajam #kukar #kubar #kutim #samarinda #paser #bontang #berau #hidupsehat #sehat #rempahjiwa #merempahkankehidupanbangsa #pasarbumbu #jualbumbu #rempah #spices #bumbumasak #penyedaprasa #bumbumasakansehat

Sebuah kiriman dibagikan oleh Pusat Bumbu Samarinda (@pasarbumbu.smr) pada

Anggota Karang Taruna Lempake, Tommy, menuturkan, korban saat ditemukan dalam kondisi tersangkut di dalam gorong-gorong tidak jauh dari titik menghilang.

Perlu waktu sekitar 15 menit bagi relawan untuk mencari keberadaan korban yang berusia 10 tahun tersebut.

“Posisinya tersangkut dalam air dan tak sadarkan diri,” ungkap Tommy.

Seperti diketahui, banjir di Samarinda hingga Rabu, 27 Mei 2020, sudah merendam setidaknya 5 dari 10 kecamatan di Samarinda, yakni di Kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, Samarinda Ulu, Palaran, dan Samarinda Ilir.

Baca juga:  Kenapa Berkumpul di Masjid Dilarang, tapi di Mal dan Bandara Boleh?

Berdasarkan data BPBD Samarinda, jumlah korban terdampak banjir mencapai 47.281 jiwa. Kemudian, ada fasilitas publik yang terendam, seperti 5 masjid, 1 langgar, gedung sekolah dasar, dan puskesmas di Kelurahan Sempaja Timur.

Kawasan yang menderita paling parah akibat banjir berada di Kecamatan Samarinda Ulu, yakni di Kelurahan Sempaja Timur dan di Kecamatan Sungai Pinang, tepatnya Gunung Lingai. Kedalaman air mencapai 1 meter lebih.

Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim sudah mengerahkan bantuan untuk korban banjir. Mulai dari menyediakan posko bantuan, dapur umum, hingga tempat evakuasi sementara.

Adapun warga yang sakit dan tidak memiliki BPJS Kesehatan ditanggung pengobatannya oleh pemerintah.

[TOS]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close