HeadlineKaltim

Mahakarya Seni Wastra Desi Soleha, Angkat Nilai Filosofis untuk Desain Batik Kaltim

Kaltimtoday.co, Samarinda – Seni sudah menjadi bagian dari hidup seorang Desi Soleha. Hingga akhirnya mendirikan Batik Putri Syafril. Kepada Kaltimtoday.co dan Dinas Perindustrian (Disperin) Samarinda, dirinya menyebutkan bahwa industri yang dia kelola bergerak di bidang seni kriya seperti kalung dan lukisan serta seni wastra seperti batik.

“Ini sudah masuk tahun kelima untuk seriusnya. Saya lebih condong untuk menyalurkan hobi saja. Dari mulut ke mulut. Awalnya dari teman, keluarga, lalu karya saya jadi berkembang di masyarakat,” ungkap DesI, Senin (26/7/2021).

Baca juga:  Update Corona di Kaltim 20 April: Pasien Positif Tambah 4, Total 63

Saat ini, seni wastra yang diciptakan Desi kebanyakan berupa kain. Beberapa pakaian pesta dan formal juga ada. Dari setiap kain tersebut, Desi fokus untuk mengangkat motif-motif yang ada di Kaltim. Beberapa contohnya seperti daun pucuk singkil, rumput kelambu haruan, sisik naga erau, bunga labu, bawang tiwai, dan masih banyak lagi.

“Saya biasanya menawarkan ke calon pembeli, bahwa ini karya saya. Pembeli bisa pilih mau yang mana. Saya fokus memproduksi karya sendiri. Bentuknya ada yang tradisional, abstrak,” lanjut Desi.

Motif abstrak paling banyak diminati dan tidak lepas dari teknik-teknik melukis. Pembuatan motif abstrak juga tidak mudah. Banyak perhitungan untuk mengolaborasikan warna dan bentuk-bentuk abstrak.

Baca juga:  Tawarkan Banyak Varian Kue Kualitas Premium, Nastar dan Lapis Legit Atik Banyak Diburu Pembeli

Sehingga bagi pecinta batik, warna sangatlah berpengaruh. Kualitas batik yang bagus juga dipengaruhi dari penggunaan pewarna alami. Namun Desi juga punya alasan terkait kelebihan produknya.

“Ketika saya mengangkat suatu desain, saya harus mempelajari filosofinya juga. Kemudian saya angkat di batik. Sebab saya suka mengangkat hal yang tidak terpikirkan oleh orang tapi ya harus disampaikan,” tambah Desi.

Dalam hal ini, Disperin Samarinda juga memiliki peran. Salah satunya mengajak Desi agar memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Contohnya merek, hak paten, desain, hak komunal, dan indikasi geografis.

Baca juga:  Pelajar Samarinda Berencana Ikut Demonstrasi ke DPRD Kaltim, FOS Bantah Terlibat

Desi mengaku, Disperin melakukan pendekatan yang sangat aktif sekali agar produknya bisa mempunyai HAKI. Hal itu sangat membantu karena pemerintah memberikan ruang untuk berkreativitas.

Meski begitu, dia juga mendorong kepada seluruh pelaku atau pengrajin di industri kecil menengah (IKM) agar tetap proaktif untuk mengembangkan produk.

“Dari Disperin Samarinda juga diajak ikut pameran, kemudian produk-produk kita dipromosikan melalui berbagai media. Banyak sekali peran dari Disperin,” ungkap Desi.

Baca juga:  Komisi IV DPRD Kaltim Gelar Audiensi dengan Penggiat Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Rusman Ya'qub: Instruksi Gubernur Perlu Direvisi

Selain menjual batik, Desi juga menjual alat-alat membatik. Mulai kompor, canting, lilin, pewarna. Tak hanya menyediakan galeri untuk memamerkan produk-produk yang sudah jadi, Desi juga mempunyai workshop. Workshop biasanya diisi untuk pelatihan mengajar melukis, mewarnai, hingga kriya.

Batik yang diproduksi Desi juga diminati oleh masyarakat dari luar Kaltim. Terlebih untuk batik yang menggunakan pewarna alam. Kebanyakan dipesan sebagai oleh-oleh.

Konsisten mempertahankan kualitas jadi salah satu alasan Desi bertahan sampai akhirnya banyak yang menyukai produknya.

Bicara soal harga, dimulai dari kisaran Rp 180 ribu sampai Rp 1 juta lebih. Dalam seminggu, biasanya dia memproduksi sekitar 10-15 kain batik.

Baca juga:  Linkaran, Ojek Online Baru Penantang Grab-Gojek-Maxim di Samarinda

Jika berminat untuk mempunyai salah satu produk yang dibuat Desi, bisa langsung mengontak nomor 082179913758 atau mengunjungi galeri Batik Putri Syafril di Jalan Pangeran Suryanata, Perumahan Pinang Bahtera Indah Blok A1 Nomor 01 Samarinda.

“Menjaga kualitas itu nomor 1 buat saya. Jadi saya juga lebih suka kalau pembeli datang langsung ke galeri. Kalau misalkan lihat dari medsos begitu takutnya malah mengecewakan,” pungkas Desi.

[YMD | TOS | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close