Nasional

Menkeu Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Dekati 6 Persen: 3 Tahun Lagi Kita Kaya Bareng

Kaltim Today
11 Mei 2026 10:14
Menkeu Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Dekati 6 Persen: 3 Tahun Lagi Kita Kaya Bareng
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers dalam pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta. Purbaya menyatakan optimismenya terhadap penguatan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

JAKARTA, Kaltimtoday.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Purbaya bahkan mengaku akan memanjatkan doa khusus untuk kesejahteraan masyarakat saat menjalankan ibadah haji pada Mei 2026 mendatang.

Purbaya berharap pertumbuhan ekonomi nasional terus menguat secara konsisten. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

“Doa supaya kita ekonominya bagus terus, pertumbuhan makin kuat, tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menkeu dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 21 Mei 2026. Optimisme yang ia bawa didorong oleh kondisi ekonomi domestik yang dinilai tetap tangguh meskipun tengah berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian global.

Dalam kesempatan berbeda, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 dapat mendekati angka 6 persen. Target ambisius ini disampaikan di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik di Timur Tengah dan tren kenaikan harga energi dunia.

"Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 5,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas, mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun," ujar Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik dari guncangan eksternal.

Purbaya menilai stabilitas sistem keuangan nasional hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Meski demikian, ia tetap mewaspadai gejolak pasar keuangan yang dipicu oleh faktor geopolitik dunia.

Menurut Purbaya, konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memicu fluktuasi harga energi global. Namun, ia melihat indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai menunjukkan tren perbaikan yang positif.

[TOS]



Berita Lainnya