Bontang

Najirah Harap Jumat Bersih Bisa Kurangi Debit Air Saat Banjir

Kaltimtoday.co, Bontang – Pemerintah Kota Bontang telah rutin menggelar kerja bakti pada program Jumat Bersih yang dilakukan setiap Jumat. Hingga Jumat (3/6/2022) ini, sudah empat kali dilakukan kerja bakti di sejumlah titik yang dinilai rawan banjir. 

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah pun rutin memantau pelaksanaan kerja bakti, bahkan sempat turun langsung membuat lubang biopori. 

Baca juga:  Sempat Tertunda, PWI Bontang-Badak LNG bakal Gelar UKW Februari Nanti

Dikatakannya, kegiatan Jumat Bersih tidak akan berhenti sampai disini saja, dan akan tetap berlangsung. Dari hasil kerja bakti, banyak didapati penumpukan sampah di parit-parit hingga sungai.

“Banyak botol plastik dan tas plastik yang menumpuk di parit dan membuat parit menjadi buntu. Tadi di wilayah Pasar Rawa Indah sudah dilakukan pembersihan, dan memang banyak botol minuman plastik,” kata Najirah saat memantau pelaksanaan kerja bakti di wilayah RT 21 Kelurahan Satimpo.

Menurutnya, banyaknya sampah plastik yang menumpuk di parit menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Mengingat sampah plastik tidak mudah hancur. Dia pun menilai kegiatan Jumat Bersih ini sangat efektif sebagai salah satu penanganan banjir.

Baca juga:  RSUD Taman Husada Bontang Raih Akreditasi Paripurna Pertama di Tingkat Kota

“Kami memonitor dan sudah empat kali pelaksanaan Jumat Bersih. Dalam satu bulan ini ada manfaatnya, karena dilihat dari selokan-selokan rata-rata aliran airnya tidak lancar dengan banyaknya masyarakat yang membuang sampah plastik di parit,” ungkapnya.

Di wilayah Pasar Rawa Indah, saat sampah parit diangkut, kata Najirah, banyak terdapat sampah plastik, seperti botol minuman dan tas plastik.

Kerja bakti ini diharapkan bisa mengurangi debit ketinggian air ketika banjir. 

Baca juga:  Mudahkan Warga Urus Perizinan, DPMPTSP Bontang Terjunkan Peri-Link

“Mudah-mudahan tidak terjadi banjir lagi, dan tidak ada lagi banjir kiriman,” harap Najirah.

Pada kesempatan itu, Najirah meminta Lurah Satimpo untuk meminta bantuan perusahaan PT Badak untuk menurunkan alat normalisasi banjir di wilayah Satimpo yang masuk wilayah PT Badak.

“Saya minta lurah bersurat, sebelum kami mendapatkan anggaran untuk penanganan turap yang rusak. Paling tidak, PT Badak bisa menurunkan alat untuk pengerukan, dan Dinas PUPRK Bontang juga sudah turun untuk melihat kondisi turap di wilayah RT 21 Sungai Satimpo,” pungkasnya.

[RIR | NON]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker