HeadlineKaltimKukar

Pasca Ditabrak Kapal Ponton Batu Bara, Jembatan Dondang di Kukar Rusak Parah

Kaltimtoday.co, Kukar – Jembatan Dondang yang menghubungkan Kecamatan Muara Jawa dan Sangasanga di Kutai Kartanegara kembali ditabrak kapal ponton batu bara, Minggu (15/11/2020).

Kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Permukaan aspal Jembatan Dondang tampak retak-retak. Kemudian tiang pancang atau peer 10 terlihat rusak berat.

Meski begitu, hingga saat ini Jembatan Dondang belum ditutup. Namun, rencananya kendaraan yang melintas di jembatan bakal dibatasi. Hanya kendaraan dengan muatan maksimal 8-10 ton yang dibolehkan melintas. Di atas itu, tidak diperkenankan.

Baca juga:  5 Fakta Jembatan Pulau Balang, Penghubung Balikpapan-Penajam Paser Utara

Adapun tugboat dan ponton yang menabrak Jembatan Dondang sudah diamankan. Pemilik diminta untuk bertanggungjawab penuh terhadap kerusakan yang ditimbulkan atas kejadian tersebut.

Terkait insiden itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menegaskan, pemilik tongkang dan tugboat harus bertanggungjawab. Meski masih aman dilintasi namun, jika dibiarkan bakal berbahaya bagi keselamatan pengguna Jembatan Dondang.

“Saya minta dilakukan pembatasan kendaraan yang melintas, terutama kendaraan dengan muaratan berat. Itu diberlakukan sampai ada audit menyeluruh terkait keselamatan Jembatan Dondang pasca ditabrak tongkang batu bara,” ujar Samsun.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kaltim Irhamsyah menyatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti kerusakan yang terjadi di Jembatan Dondang. Tugboat dan tongkang bernomor MT 108 sudah ditangani pihak berwajib.

“Setelah meninjau lokasi, saya lihat kerusakan Jembatan Dondang cukup parah. Pelaku harus bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan itu,” tegasnya.

Baca juga:  Baru Sehari Dipasang, Portal Jembatan Mahkota Senilai Rp 200 Juta Kembali Roboh

Sebagai informasi, Jembatan Dondang merupakan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Muara Jawa dengan Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jembatan Dondang adalah jembatan dengan bentang terpanjang di Kaltim saat ini mencapai mencapai 840 meter. Jembatan ini diresmikan oleh Gubernur Kaltim saat itu, Suwarna Abdul Fatah pada 10 Agustus 2004.

Jembatan Dondang dibangun dengan panjang 840 meter dan tinggi 12 meter. Jembatan Dondang adalah jalan alternatif dari Kota Samarinda-Muara Jawa-Kota Balikpapan dengan jarak lebih pendek sekitar 90 kilometer ketimbang jalan yang digunakan selama ini mencapai 115 kilometer.

Pembangunan Jembatan Dondang didanai melalui dana APBD Pemprov Kaltim, di antaranya pada tahun anggaran 2002 dianggarkan sebesar Rp18,50 miliar, tahun anggaran 2003 pekerjaan fisik sebesar Rp25,75 miliar, pengadaan bangunan atas Rp15 miliar, dan melalui dana ABT sebesar Rp8 miliar.

Total anggaran yang dihabiskan untuk membangun Jembatan Dondang sebanyak Rp 140 miliar.

Kehadiran Jembatan Dondang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harga tanah di sekitar kawasan itu terangkat naik. Permukiman warga tumbuh di sekitar kawasan itu.

Baca juga:  Dibangun Sejak 2017, Jembatan Tumbang Samba di Kalteng Akhirnya Selesai

Selain itu, jembatan ini juga digunakan sebagai jalan alternatif memecah konsentrasi arus lalu lintas dari Kota Samarinda menuju Kota Balikpapan. Pasalnya, sebelumnya hanya ada satu jalan penghubung antara Kota Samarinda ke Kota Balikpapan, yakni melalui Jalan Loa Janan-Bukit Soeharto-KM 38 dan Kota Balikpapan.

Kehadiran, Jembatan Dondang ini akan memperpendek jarak tempuh antara Kota Samarinda dengan Kota Balikpapan.

Kerusakan yang terjadi di Jembatan Dondang apabila dibiarkan bakal bertambah parah. Tidak menutup kemungkinan akan ambruk dengan sendirinya karena struktur jembatan yang sudah tidak sanggup menopang beban akibat berulang kali ditabrak kapal ponton.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close