Samarinda

Pastikan Kartu JKN-KIS Aktif dengan Rutin Membayar Iuran

Kaltim Today
02 Juni 2020 17:52
Pastikan Kartu JKN-KIS Aktif dengan Rutin Membayar Iuran
Yudi, salah satu peserta JKN-KIS.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah memasuki tahun ketujuh, dengan jumlah peserta telah mencapai 222 juta yang terdiri dari beberapa segmen kepesertaan, dengan pemanfaatan per hari hampir mencapai delapan ratus ribu.

Agar tidak terjadi kendala bagi peserta yang akan memanfaatkan JKN-KIS untuk berobat baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), maka peserta harus memastikan status kepesertaannya aktif, yaitu dengan memastikan iuran dibayarkan tepat pada waktunya.

Yudi (40), merupakan peserta dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau dikenal dengan peserta mandiri, ia dan keluarga telah lima tahun menjadi peserta program JKN-KIS dan telah merasakan manfaat yang sangat besar dari program ini.

“Selama menjadi peserta JKN-KIS, saya dan keluarga sudah merasakan manfaat dari program ini terlebih pada saat istri saya melahirkan dengan operasi caesar beberapa tahun yang lalu. Luar biasa sekali program ini, seluruh proses kelahiran istri dan anak saya dijamin, berapa biaya yang harus saya keluarkan bila tanpa JKN-KIS, saya benar-benar mendapat anugerah,” ungkap Yudi dengan haru.

Dia juga menjelaskan, selama menggunakan program JKN-KIS selalu mendapat pelayanan yang baik dari petugas baik di FKTP maupun di FKRTL.

“Kami selalu dilayani dengan baik oleh dokter dan petugas medis lainnya baik di FKTP maupun FKRTL, proses administrasi di fasilitas kesehatan tidak ribet dan tidak berbelit-belit yang penting status kepesertaannya aktif dan mau mengikuti prosedur yang ada sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, apalagi saat pandemi Covid-19 seperti ini ada aplikasi Mobile JKN, semua sudah difasilitasi lewat aplikasi ini,” terang Yudi sambil menunjukkan aplikasi Mobile JKN di handphonenya.

Saat ditanya tentang adanya penyesuaian iuran JKN, Yudi mengatakan, iuran tergantung kemampuan masing-masing. Dia terdaftar di kelas tiga, dan menyesuaikan dengan kemampuannya untuk membayar iuran, karena yang membedakan hanya kamarnya saja. Menurutnya, pelayanannya tidak ada perbedaan, yang penting itu terdaftar dulu jadi peserta mau kelas satu, dua atau tiga tidak masalah tinggal disesuaikan dengan kemampuan dan pastikan tetap bisa rutin bayar iuran agar kartu tetap aktif. Jadi sewaktu-waktu sakit bisa digunakan tidak ada masalah.

Dia berharap, program ini dapat terus berkesinambungan, dan ia berharap agar semua masyarakat segera mendaftar sebagai peserta JKN.

Nggak ada ruginya jadi peserta JKN karena manfaat yang diperoleh lebih besar kalau dibanding dengan iuran yang harus dibayar. Semoga program ini dapat terus berkesinambungan,” tutup Yudi.

[KA | RWT | ADV]



Berita Lainnya