Opini

Pelajar: Nilai Akhlak, Keilmuan serta Kemandirian Menjadi Modal Utama Menatap IKN

Oleh: Indra Wijaya (Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Timur)

Sejak Presiden Joko widodo mewacanakan terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang akan berada di luar Pulau Jawa, berbagai daerah menyatakan siap menjadi tuan rumah IKN tersebut. Lalu pertanyaanya, apa kreteria Ibu Kota baru ini?

Pemerintah Pusat memberikan gambaran kriteria ibu kota baru, yakni lokasi strategis secara geografis, tanah milik negara, aman/bebas bencana, tersedia sumber daya air yang cukup, serta infrastruktur dan aksesibilitas seperti bandara, pelabuhan, dan jalan raya memadai.

Baca juga:  Seni Modern Vs Spiritualitas Religius

Selain itu, keterjangkauan dengan laut (kota pesisir/pantai) sebagai simbol negara maritim/bahari dan kemudahan konektivitas laut (pelabuhan). Selain itu, kota terbuka dan toleran. Tingkat konflik sosial yang rendah antara masyarakat lokal dan pendatang juga termasuk prasyaratnya.

Melihat kriteria tersebut, ada beberapa Pemerintah Daerah yang mengusulkan wilayahnya. Seperti, Pemprov Kalimantan Timur mengusulkan Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemprov Kalimantan Tengah mengajukan Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas. Pemprov Kalimantan Selatan mengajukan Kabupaten Tanah Bumbu. Adapun Pemprov Sulawesi Barat menawarkan Kota Mamuju.

Setelah melewati berbagai rentetan seleksi, maka pada 26 Agustus 2019 diputuskan Kalimantan Timur yang mejadi IKN Indonesia.

Penunjukkan Kalimantan Timur bukan tanpa alasan. Tercatat, ada sembilan poin pendukung sehingga kaltim dinggap layak menjadi IKN:

  1. Memiliki aksesibilitas lokasi tinggi yang dekat dengan dua kota besar, yaitu Balikpapan dan Samarinda,
  2. Memiliki struktur kependudukan heterogen dan terbuka dengan pontensi konflik yang rendah,
  3. Pertahanan wilayah dapat didukung oleh adanya Tri Matra Darat, Laut dan Udara
  4. Kemampuan lahan sedang untuk konstruksi bangunan,
  5. Lokasi dinilai aman dan minim dari bencana alam,
  6. Memiliki lahan yang luas serta berstatus Hutan Produksi (HP) dan perkebunan,
  7. Dilengkapi dengan infrastruktur utama, yakni Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dan Trans Kalimantan, Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Pelabuhan Terminal Peti Kemas Kariangau Balikpapan dan Pelabuhan Semayang Samarinda,
  8. Tersedia air baku dari 3 waduk eksisting, 2 waduk yang direncanakan, 4 sungai dan 4 Daerah Aliran Sungai (DAS), dan
  9. Berada di Jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar yang berkontribusi untuk memperlancar kegiatan pelayaran dan penerbangan internasional.

Keputusan Pemerintah Pusat dalam memindahkan IKN ke Kaltim menjadi sebuah tantangan bagi 853.533 pelajar yang ada di Kaltim. Pelajar Kaltim tidak boleh lagi hanya beriorentasi pada argumentasi setuju atau tidak setuju. Tetapi harus bisa melihat fenomena ini sebagai tantangan pelajar Kaltim yang perlu disikapi dengan kreatif dan inovatif.

Penulis mengibaratkan pemindahan IKN ini sebuah pisau bermata dua tergantung pada pelajar dalam menyikapinya. Apakah akan menjadi sebuah pemantik untuk terus meningkatkan kemampuan diri agar mampu bersaing kedepannya atau hanya dijadikan angin lalu sehingga pelajar kaltim hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri.

Maka, terdapat tiga poin penting yang harus dimiliki pelajar kaltim dalam menatap pemindahan IKN ini. Pertama, peningkatan nilai akhlakul karimah. Ini adalah modal yang harus dimiliki pelajar dalam menatap IKN ini. Mengedepankan nilai akhlak dalam bersosial tentu sangat penting, terlebih ke depannya Kaltim menjadi pusat peradaban dan pengharapan anak bangsa. Untuk menyambut itu semua, nilai akhlak menjadi nilai dasar serta harus menjadi kultur masyarakat Kaltim untuk mewujudkan IKN yang berkeadilan.

Baca juga:  Mengurai Benang Kusut Harga Minyak Goreng

Kedua, yaitu peningkatan keilmuan. Hal ini akan menjadi senjata agar dapat berdiri tegap di tengah arus persaingan yang semakin ketat. Kemampuan literasi yang handal merupakan bekal bagi pelajar Kaltim untuk bersaing serta mampu menjadi pemeran utama di rumah sendiri.

Poin terakhir ialah kemandirian. Kemandirian akan muncul atas pemikiran kreatif dan inovatif pelajar Kaltim. Semangat juang yang tinggi, tekun dan tekad pun akan menjadi modal besar pelajar Kaltim dalam menatap masa depan yang lebih optimis dan mampu berdiri di kakinya sendiri.(*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker