Samarinda

Pembelajaran Tatap Muka 12 Juli di Samarinda Resmi Ditunda

Berlaku untuk Semua Jenjang Pendidikan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan 12 Juli 2021, ditunda.

Keputusan itu harus diambil karena Samarinda saat ini sedang mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. Sangat berbahaya jika tetap memaksakan PTM kembali digelar.

Baca juga:  Masa Tenggat Habis, Andi Harun Eksekusi Pengosongan Sekretariat DPD Golkar Samarinda Hari IniĀ 

Penundaan diatur melalui Surat Instruksi Disdik Samarinda 841.2/4295/100.01 tentang Pemberlakuan Work From Home, dan Penundaan PTM, serta {elaksanaan Kegiatan-Kegiatan Pendidikan dalam masa Pemberlakuan PPKMdi Lingkungan Disdik Samarinda.

Dalam instruksinya, Asli Nuryadin, meminta kegiatan pelayanan ke masyarakat tetap optimal. Tidak terganggu dengan sistem kerja dari rumah, baik pelayanan di kantor Disdik Samarinda maupun pelayanan di satuan pendidikan.

Baca juga:  DLH Kaltim Gelar Soft Launching Aplikasi SPARKLING

Kegiatan-kegiatan pendidikan dalam kategori penting dan mendesak yang memerlukan tatap muka, dapat dilaksanakan dengan memenuhi dan mematui persyaratan protokol kesehatan, serta jumlah peserta kegiatan tidak lebih dari 50 orang.

“Keputusan ini mengikuti instruksi wali kota,” kata Kepala Disdik Samarinda, Asli Nuryadin.

Baca juga:  UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UNMUL Kembali Gelar Expo Job Fair

Dikatakan Asli, penundaan PTM tidak hanya berlaku bagi 71 sekolah yang sudah dinyatakan siap menggelar PTM. Tapi juga bagi 14 sekolah yang sebelumnya sudah menggelar PTM sejak April.

“Covid-19 sedang meningkat, jadi semua PTM ditunda, semua belajar daring,” katanya.

Baca juga:  Banyak Tambang Batu Bara Buang Limbah ke Permukiman Warga

Instruksi Disdik Samarinda terkait penundaan PTM berlaku hingga 20 Juli 2021. Namun, kata Asli, tidak menutup kemungkinan penundaan PTM bisa ditambah. Pihaknya mengikuti instruksi wali kota Samarinda.

“Kebijakan PTM lihat situasi pandemi Covid-19 di Samarinda. Kalau membaik kami minta diizinkan, kalau tidak, berarti tetap ditunda,” kata dia.

[TOS | ADV DISDIK SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close