Kutim

Pemkab Kutim Pulihkan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM dan BUMDes

Kaltim Today
22 November 2021 15:34
Pemkab Kutim Pulihkan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM dan BUMDes
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat melihat produk UMKM Kutim berupa batik wakaroros. (Ramlah/Kaltimtoday.co).

Kaltimtoday.co, Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berupaya mendorong pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 melalui pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, langkah itu dilakukan karena jenis usaha mikro merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah itu, sedangkan BUMDes merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di pedesaan.

"Pandangan kami, jika sektor UMKM hidup dan BUMDes yang tersebar di berbagai desa di Kutim ini berdaya, maka kami yakin upaya pemulihan ekonomi akan lebih cepat," tuturnya belum lama ini.

Bupati menjelaskan, telah memerintah kepada masing-masing pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi sektor UMKM dan BUMDes tersebut untuk segera berkoordinasi melakukan langkah taktis dan strategis, sehingga para pelaku usaha mikro bisa terus bergeliat.

Bupati menjelaskan, sebenarnya pemerintah pusat telah membuat kebijakan stimulan untuk membantu memulihkan ekonomi para pelaku usaha mikro melalui program modal usaha atau yang disebut dengan Bantuan Presiden (Banpres).

"Akan tetapi, bagi kami program ini tidak cukup hanya diserahkan kepada pusat saja. Pengawalan dan pendampingan dari instansi dinas terkait harus dilakukan secara maksimal," sebutnya.

Selain perlu dikawal agar pelaksanaan bantuan tepat guna dan tepat sasaran, yang terpenting juga harus dilakukan oleh instansi teknis di lingkungan Pemkab Kutim, berupa pendampingan teknis di lapangan.

Untuk bantuan modal usaha (Banpres), Bupati menjelaskan, telah meminta kepada Dinas Koperasi akan melakukan pemantauan, melaporkan perkembangan dan pemanfaatan dananya oleh para penerima bantuan sesuai dengan peruntukannya.

"Perkembangan kemajuan yang terjadi di lapangan harus dilaporkan, sehingga dengan cara seperti itu akan lebih terukur," katanya.

Di bidang pemberdayaan BUMDes, bupati meminta agar desa yang belum memiliki BUMDes didorong untuk segera memiliki dengan cara dilakukan pembinaan, bimbingan dan arahan teknis, sehingga peran badan usaha di tingkat desa tersebut bisa lebih maksimal.

"Memang tidak mudah, tapi harus kita lakukan, karena ini menyangkut kepentingan bersama, yakni kemajuan ekonomi masyarakat di Kutim," kata bupati.

Selain itu, sambung bupati, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah pusat dalam berupaya mengatasi resesi ekonomi nasional  akibat pandemi Covid-19, diharapkan tidak hanya dilakukan di level kabupaten saja, akan tetapi juga ke kecamatan dan desa.

[EL | NON | ADV DISKOMINFO KUTIM]

 



Berita Lainnya