Ekonomi dan Bisnis

Purbaya Tegaskan Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3 Persen Meski Target Pertumbuhan Naik

Network — Kaltim Today 14 Februari 2026 10:02
Purbaya Tegaskan Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3 Persen Meski Target Pertumbuhan Naik
Menkeu Purbaya. (Dok. Kaltimtoday)

Kaltimtoday.co - Pemerintah memastikan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dipertahankan maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), meskipun target pertumbuhan ekonomi nasional terus ditingkatkan.

Menteri Keuangan menyampaikan kebijakan fiskal tetap difokuskan pada pemanfaatan ruang anggaran yang tersedia secara optimal tanpa melampaui batas defisit yang telah ditetapkan undang-undang.

Menurutnya, strategi fiskal yang disiplin mulai menunjukkan hasil positif. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 tercatat mencapai 5,39 persen, meningkat dibanding tren sebelumnya yang cenderung stagnan di kisaran 5 persen.

Pemerintah optimistis kinerja ekonomi akan semakin menguat sepanjang 2026. Upaya yang ditempuh antara lain melalui optimalisasi belanja negara, percepatan reformasi iklim investasi, serta menjaga sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter agar mampu mendorong pertumbuhan secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat penghapusan berbagai hambatan struktural yang selama ini mengganggu investasi dan ekspansi usaha. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan peran sektor swasta sekaligus memperkuat belanja pemerintah sebagai motor penggerak ekonomi.

Meski peluang pertumbuhan hingga 8 persen dalam beberapa tahun ke depan dinilai terbuka, pemerintah menegaskan tidak akan mengorbankan disiplin fiskal dengan menembus batas defisit.

Data sementara APBN 2025 mencatat defisit mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari PDB hingga akhir Desember. Angka tersebut memang lebih tinggi dari target awal 2,53 persen, namun tetap berada di bawah batas aman 3 persen.

Menurut Kementerian melalui kebijakan fiskal yang terukur, defisit di kisaran 2,9 persen masih menjadi bagian strategi kontra-siklikal untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi tanpa mengganggu stabilitas anggaran.

Untuk awal 2026, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen. Bahkan, berdasarkan sejumlah indikator ekonomi utama, ekonomi Indonesia diperkirakan memasuki fase ekspansi sehat hingga beberapa tahun mendatang.

[RWT] 



Berita Lainnya