Kukar

Puskesmas dan PT Mitra Hijau Kerja Sama Tangani Limbah APD di Kukar

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan (Nakes) selama Covid-19 di Kutai Kartanegara (Kukar) meningkat drastis. Sehingga limbah yang dihasilkan harus dikelola dengan baik agar tidak membahayakan kesehatan, oleh karenanya puskemas melakukan kerjasama dengan pihak ketiga.

“Puskesmas sudah berkerjasama dengan PT Mitra Hijau sebagai penyedia pengelolaan limbah sebab mereka tau mau dibawa kemana limbahnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSUD, Aji Muhammad Parikesit, dr. Martina Yulianti.

Baca juga:  Penyusunan RPJMD, Bupati Kukar Gelar "Bekesah" Serap Aspirasi untuk Program Prioritas

Kadis Kesehatan Kukar menambahkan, anggaran limbah medis untuk RSUD AM Parikesit dalam setahun senilai Rp1 miliar. Sedangkan anggaran puskesmas tergantung dengan besar dan kecilnya bangunan.

Lebih lanjut, limbah medis harus dibakar, jika di rumah sakit sudah ada mesinnya, yakni insinerator. Setelah limbah dibakar selanjutnya abu ditaruh dalam drum kemudian diangkut dan dikirim ke Jawa untuk dipendam ditanah.

Sebab apabila limbah infeksius tidak dibakar bisa menularkan virus, selain itu, abunya harus dikelola lagi. Jika tidak, akan masuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang menyebabkan gangguan kesehatan.

Ditempat berbeda, Pimpinan Puskemas Rapak Mahang, Robert menjelaskan limbah medis yang dihasilkan selama Covid-19 mencapai 100-150 kg perbulannya. Sebelum pandemi rata-rata sebulannya 30-50 kg.

“Anggaran sampah medis biasanya Rp13-14 juta pertahun. Namun, selama Covid-19 per 2 bulan bisa mencapai Rp12 juta,” ujarnya.

Sementara pembakaran limbah sendiri, bukan dilakukan di puskesmas tetapi oleh pihak ketiga terfokus di Kecamatan Samboja.

Baca juga:  Sepakat, PT AEK Bayar Tunggakan SHU Plasma Warga Sedulang

“Kami ada perjanjian dengan pihak ketiga khususnya untuk puskesmas se Kukar,” tuturnya.

Puskesmas telah bekerjasama dengan PT Mita Hijau sebab mereka memiliki peralatan lengkap seperti kendaraan pengangkut limbah. Biasanya, mereka mengambil limbah sekitar 1 sampai 3 bulan sekali, jadi limbah dikumpulkan dalam gudang penampungan puskesmas terlebih dahulu.

[SUP | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close