Daerah

Ratusan Juta Raib Setelah Klik IKD Palsu, Disdukcapil Kukar Tegaskan Aktivasi Tak Lewat Pesan WA

Supri Yadha — Kaltim Today 12 Februari 2026 17:20
Ratusan Juta Raib Setelah Klik IKD Palsu, Disdukcapil Kukar Tegaskan Aktivasi Tak Lewat Pesan WA
Kadis Dukcapil Kukar, Muhammad Iryanto.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kasus penipuan melalui pesan singkat WhatsApp dengan modus memperbarui Identitas Kependudukan Digital (IKD) memakan korban di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, sedikitnya tiga orang dilaporkan kehilangan uang akibat modus tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil) Kukar, Muhammad Iryanto menegaskan bahwa, proses pembaruan IKD tidak pernah dilakukan melalui pengiriman tautan link aplikasi ‘IKD’ lewat WhatsApp. Warga yang ini mengaktifkan IKD wajib datang langsung ke kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) atau kecamatan terdekat.

“Dukcapil-Kukar tidak pernah menghubungi warga untuk melakukan aktivasi IKD. Orang harus datang langsung ke MPP atau ke kantor camat, baru bisa diaktifkan IKD-nya,” kata Iryanto. 

Ia menjelaskan, IKD merupakan program yang dicanangkan pemerintah pusat sebagai solusi atas kesulitan masyarakat memperoleh KTP fisik akibat keterbatasan ketersediaan blangko. Melalui sistem digital, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses dokumen kependudukan.

Namun, program tersebut justru dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan. Pelaku menghubungi warga dan mengaku sebagai petugas Dukcapil, padahal Disdukcapil Kukar tidak pernah mengirim pesan atau menghubungi warga untuk aktivasi IKD. 

Berdasarkan laporan yang diterima, tiga korban mengalami kerugian setelah uang di mobile banking mereka dikuras habis. Modus yang digunakan pelaku beragam, mulai dari dalih pembaruan data calon haji hingga data Taspen bagi pensiunan pegawai melalui WhatsApp. Untuk meyakinkan korban, pelaku menyebutkan nama lengkap serta urusan yang sedang dijalani korban.

Setelah korban percaya, pelaku mengirimkan tautan aplikasi bertuliskan “IKD” dan meminta korban membuka serta mengisi data kependudukan. Saat tautan tersebut diklik, ponsel korban diduga langsung dikuasai pelaku, termasuk akses terhadap kata sandi mobile banking. Dalam waktu singkat, pelaku melakukan transaksi dan menguras seluruh saldo korban.

“Pada November dan Desember 2025 lalu, ada kehilangan uang belasan juta dan ada juga Rp 24 juta. Terbaru, Jumat 6 Februari 2026, lebih dari Rp 100 juta milik seorang perempuan di Kukar dikuras habis,” tutur Iryanto.

Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak menanggapi nomor tak dikenal dengan alasan apapun, termasuk yang mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Warga diminta tidak membuka tautan aplikasi yang tidak jelas serta tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

“Jadi sekali lagi, jangan melayani nomor yang tidak jelas, dengan modus apapun. Intinya kalau tidak dikenal tidak usah dilayani. Apalagi kalau tidak dikenal, mengaitkan dengan data penduduk. Kuncinya tolak saja, blokir,” tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya