Nasional

Realisasi EBT Capai 17,89 Persen, Xurya Dorong Transisi Energi Sektor Industri

Kaltim Today
01 Juli 2026 11:26
Realisasi EBT Capai 17,89 Persen, Xurya Dorong Transisi Energi Sektor Industri
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) Memperluas Implementasi PLTS Xurya di Fasilitas Pandaan, Bagian dari Ekspansi ke Lebih dari 30 Pabrik dan Fasilitas Depot.

JAKARTA, Kaltimtoday.co - Percepatan transisi energi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi bauran energi baru terbarukan (EBT) telah mencapai 17,89% pada April 2026, yang mana angka ini melampaui target tahunan sebesar 16,46%.

Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang mulai beralih menggunakan energi surya, keberhasilan transformasi energi kini tidak lagi hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan. Faktor penentu lainnya juga terletak pada kemampuan perusahaan dalam memilih mitra yang tepat.

Co-Founder sekaligus Director Technology Xurya, Edwin Widjonarko, mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman mendampingi berbagai pelanggan, tingginya barrier to entry membuat perusahaan semakin selektif dalam memilih developer Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Berdasarkan pengalaman kami, salah satu tantangan terbesar dalam mendorong adopsi PLTS di sektor industri dan komersial adalah karena PLTS merupakan investasi jangka panjang. Karenanya, perusahaan perlu yakin bahwa mereka memilih developer PLTS yang tepat," ujar Edwin.

Untuk membangun kepercayaan tersebut, Edwin menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pemahaman terhadap kebutuhan operasional setiap pelanggan, kualitas implementasi, serta memastikan sistem dapat memberikan kinerja yang optimal sepanjang masa operasionalnya. Hasilnya, banyak pelanggan kembali mempercayakan pengembangan PLTS kepada Xurya melalui penambahan kapasitas maupun ekspansi ke fasilitas operasional lainnya.

Salah satu perusahaan yang terus memperluas implementasi PLTS bersama Xurya adalah PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). Pada awal 2026, CLEO mengumumkan akan terus melakukan penambahan kapasitas PLTS di pabriknya. Sejak memulai kerja sama dengan Xurya pada 2021, implementasi PLTS CLEO kini telah menjangkau 20 pabrik dengan total kapasitas 8 MWp, menjadikannya perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) dengan implementasi PLTS terbanyak di Indonesia.

Selain itu, PT Uni-Charm Indonesia Tbk dilaporkan telah memperluas implementasi PLTS ke tiga fasilitas dengan total kapasitas lebih dari 12 MWp. Langkah serupa diambil FKS Group yang mengembangkan implementasi PLTS dari satu fasilitas menjadi tujuh lokasi dengan total kapasitas lebih dari 4 MWp.

Hal senada dilakukan oleh CT Corp yang memperluas implementasi PLTS ke tiga lokasi, yakni Trans Studio Mall Bandung, Trans Studio Mall Cibubur, dan Trans Studio Mall Makassar. Sementara itu, Primaya Hospital Group memperluas implementasi PLTS ke dua rumah sakit dengan total kapasitas lebih dari 550 kWp, dan Gajah Tunggal terus mengembangkan implementasi PLTS hingga empat lokasi dengan total kapasitas 16 MWp.

Untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang berkembang, Xurya terus memperkuat kapabilitasnya sebagai local champion di industri energi surya Indonesia. Dengan mengandalkan tim ahli dan tenaga kerja lokal yang memahami karakteristik operasional, regulasi, serta tantangan implementasi di pasar domestik, Xurya terus mengembangkan berbagai solusi, termasuk solusi off-grid hybrid untuk sektor komersial dan industri.

Seluruh sistem didukung oleh pemantauan performa secara real-time, layanan tim ahli 24/7, serta implementasi yang mengacu pada standar nasional maupun global. Sepanjang tahun 2025, portofolio Xurya juga mencatat indeks performa agregat di atas 100%, yang mencerminkan konsistensi kinerja sistem yang dikelola di berbagai lokasi operasional pelanggan.

"Selama mengembangkan lebih dari 300 proyek PLTS dengan total kapasitas terpasang lebih dari 200 MW, kami melihat bahwa setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda. Pengalaman inilah yang membentuk cara kami dalam menghadirkan solusi yang benar-benar menyesuaikan kebutuhan operasional pelanggan, bukan sekadar memasang sistem PLTS," tambah Edwin.

Bagi pihak Xurya, keberhasilan sebuah proyek tidak berhenti ketika sistem mulai beroperasi, melainkan ketika sistem tersebut mampu memberikan kinerja yang optimal sepanjang masa operasionalnya. Kepercayaan pelanggan menjadi indikator penting, di mana hampir 50% proyek yang dikerjakan berasal dari pelanggan yang kembali mempercayakan pengembangan PLTS kepada Xurya, sementara lebih dari 50% pelanggan baru mengenal Xurya melalui rekomendasi rekan bisnis.

Komitmen dalam menjaga kualitas layanan ini juga tercermin dari tingkat kepuasan pelanggan melalui survei internal Xurya bersama Populix yang mencatat skor kepuasan sebesar 4,6 dari skala 5. Layanan operations & maintenance(O&M) menjadi aspek yang paling diapresiasi karena berperan penting dalam menjaga kinerja dan keandalan sistem setelah beroperasi.

Konsistensi tersebut turut diperkuat melalui perolehan Outstanding Operational Excellence Award dari LAPP Indonesia. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan Xurya mengelola lebih dari 300 proyek PLTS secara konsisten serta memastikan stabilitas dan keandalan sistem yang dioperasikan.

"Melalui pengalaman implementasi di berbagai sektor, kapabilitas teknis, dan kualitas layanan yang terus dijaga, Xurya akan terus mendukung sektor industri dan komersial dalam membangun sistem energi yang lebih tangguh dan siap menjawab kebutuhan operasional jangka panjang, sekaligus berkontribusi terhadap percepatan transisi energi di Indonesia," tutup Edwin.

[TOS]



Berita Lainnya