Kaltim

Satgas PPKS Unmul Mulai Susun Rencana Program, Siap Ciptakan Lingkungan Kampus sebagai Ruang Aman

Kaltimtoday.co, Samarinda – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unmul akhirnya terpilih sebanyak 19 orang. Tim langsung menyusun rencana program awal yang akan digarap.

Ketua Satgas PPKS Unmul, Haris Retno Susmiyati mengungkapkan, ada beberapa langkah awal yang segera dilakukan. Namun secara umum, Satgas PPKS Unmul bakal menjalankan tugas yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

“Jadi sebenarnya, satgas ini pekerjaannya tidak hanya penanganan kasus, tapi porsi terbesarnya justru melakukan upaya pencegahan,” tegas Retno.

Baca juga:  Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kabupaten/Kota Kaltim Diwarnai Kericuhan

Pencegahan yang dimaksud tentu berupa upaya untuk membangun budaya perguruan tinggi menjadi nilai-nilai kemanusiaan dan menciptakan perguruan tinggi sebagai ruang aman untuk sesama.

Banyak PR yang akan menanti Satgas PPKS Unmul. Diketahui, beberapa waktu lalu dugaan kasus pelecehan seksual di Fakultas Kehutanan (Fahutan) kembali ramai diperbincangkan setelah diduga pelaku dilaporkan ke Polresta Samarinda. Diakui Retno, tampaknya dugaan kasus kekerasan seksual di Unmul banyak terjadi. Namun yang berhasil terpublikasi di media bisa disebut sebagai fenomena gunung es.

“Pusat Studi Hukum Perempuan dan Anak (PuSHPA) Fakultas Hukum (FH) Unmul melakukan survei. Hampir 70 persen responden pernah melihat kekerasan seksual. Tapi menurut mereka, kasus yang tertangani baru 70 persen,” lanjut perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen di FH Unmul itu.

Posisi korban yang masih takut alias tak berani menyuarakan kebenarannya juga banyak. Tak semua korban di kasus tertentu ingin bercerita.

Pun melihat kondisi tersebut, ujar Retno, jadi catatan penting bagi Satgas PPKS Unmul. Artinya, kasus tidak terlaporkan itu bukan berarti tak ada kasus sama sekali. Melainkan, ada hal lain yang justru jadi hambatan bagi korban untuk bersuara.

Ke depan, Satgas PPKS Unmul akan membuat pusat pengaduan yang lebih bisa menjaga korban. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan edukasi di tiap fakultas di Unmul.

“Ini menjadi penting. Apalagi 19 anggota satgas bervariasi dari berbagai fakultas. Sehingga menggabungkan kapasitas yang dimiliki masing-masing untuk mencapai target,” tambah Retno.

Saat ini, Satgas PPKS Unmul sedang fokus membangun sistem kerja sesuai dengan apa yang tertuang di Permendikbud RI Nomor 30/2021. Dalam pelaksanaannya, satgas juga mendapat dukungan dan respons positif dari Rektorat Unmul.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan Unmul yang semakin baik,” jelas Retno.

Baca juga:  Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Kaltim Bakal Dapat Santunan Rp 10 Juta

Terpisah, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin menjelaskan, saat pertemuan pertama para anggota Satgas PPKS Unmul, sudah ada koordinasi internal demi menyusun program kerja satgas ke depan. Namun, dari rektorat tak ada memberi arahan secara khusus pada satgas.

“Mengingat kawan-kawan di satgas sudah banyak mendapatkan semangat dari masyarakat kampus yang mengharapkan aktivitas mereka segera terwujud,” jelas Encik melalui WhatsApp, Kamis (15/9/2022).

Dalam hal ini, Encik memastikan bahwa pihak rektorat akan berupaya mendukung kinerja satgas yang keberadaannya saat ini sangatlah krusial.

[YMD | RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker