Daerah
Sektor Pariwisata Berau Dinilai Belum Mampu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Daerah
Kaltimtoday.co, Berau - Sektor pariwisata selama ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Berau, sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan yang masih menjadi penopang utama pendapatan daerah.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kontribusi pariwisata terhadap ekonomi daerah dinilai belum optimal. Meski jumlah wisatawan yang berkunjung ke Berau terus meningkat, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah belum sesuai harapan.
Melihat fakta ini, Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah menyebut, kondisi ini telah menjadi catatan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk ditindaklanjuti sebagai bentuk rekomendasi.
Menurutnya, salah satu faktor penting yang perlu dibenahi adalah infrastruktur penunjang pariwisata. Jika dikelola maksimal, sektor ini dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ketergantungan dengan bantuan pusat sudah mulai berkurang, jadi kita dipaksa sudah harus mandiri, dengan rekomendasi BPK saya akui itu menjadi langkah yang harus diseriusi,” jelasnya.
Kata Lili, sepanjang itu menjadi prioritas menggerakkan perekonomian, maka pihaknya tak ada pilihan lain, selain memberi perhatian terhadap porsi anggaran yang dibutuhkan, guna mewujudkan pembangunan lebih masif di sektor tersebut.
Sebagai sektor yang diunggulkan, tentu tidak wajar, apabila realisasi pendapatan masih sangat rendah. Meski tidak bisa membeberkan data secara pasti, Pariwisata disinyalir, menempati posisi kedua dengan realisasi penyumbang anggaran setelah industri pertambangan.
“Ada sejumlah alasan yang katanya menyebabkan pendapatan dari sektor ini masih belum maksimal, seperti pungutan retribusi yang belum terkelola secara baik dan kendala lain sebagainya,” tambahnya.
Bahkan Lili menyinggung mengenai kemudahan bantuan modal dan perizinan untuk pengelola Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikatakannya juga dapat menjadi dasar untuk menggerakkan kemandirian ekonomi kreatif.
“Jadi kesejahteraan insan-insan UMKM itu bisa lebih terjamin, tentunya dengan pengaturan harga yang ditawarkan jangan terlalu mencekik konsumen begitu pula sebaliknya, itu perlu diatur,” tandasnya.
[MGN | RWT]
Related Posts
- Operasi Patuh Mahakam 2026 Dimulai Pekan Depan, Pelanggar Lalu Lintas di Kukar Siap-Siap Ditindak
- Hari Lingkungan Hidup: Jangan Terjebak Slogan Palsu
- Modus Dalami Ilmu Agama, Pimpinan Ponpes di Tenggarong Seberang Diduga Cabuli 11 Santriwati Sejak 2021-2024
- Jangan Patah Semangat! Ini 5 Jalur Mandiri PTN Favorit yang Masih Buka Pendaftaran Juni 2026
- Warung di KM 38 Samboja Ludes Terbakar, Pemilik Alami Luka Bakar di Kepala dan Tangan









