Daerah
Lapangan Tolak Peluru SKOI Perlu Revitalisasi, KONI Siapkan Latihan Atlet di Berau
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kebutuhan pembenahan fasilitas olahraga di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kalimantan Timur menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim. Salah satu fasilitas yang dinilai mendesak untuk diperbaiki adalah lapangan tolak peluru yang diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp35 miliar.
Temuan tersebut mencuat saat Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, meninjau langsung fasilitas dan proses pembinaan atlet di SKOI Kaltim, Kompleks GOR Utama Palaran, Samarinda, Selasa (21/7/2026).
Dalam dialog bersama pelatih dan atlet dari sejumlah cabang olahraga, Anderiy menerima masukan mengenai kondisi sarana latihan yang masih perlu ditingkatkan, terutama untuk cabang atletik nomor tolak peluru.
"Setelah saya tanya, untuk membiayai perbaikan lapangannya butuh dana sekitar Rp35 miliar. Ini bukan angka yang kecil," ujarnya.
Menurut Anderiy, keterbatasan fasilitas tersebut menjadi tantangan dalam pembinaan atlet yang diproyeksikan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Karena itu, KONI Kaltim mulai menyiapkan alternatif agar proses latihan tetap berjalan optimal.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah memusatkan latihan atlet tolak peluru di Kabupaten Berau yang telah memiliki fasilitas sesuai kebutuhan.
"Satu tahun sebelum PON 2028, kami akan mengirim atlet tolak peluru menjalani pemusatan latihan di Berau karena fasilitasnya lebih memadai. Atlet-atlet ini memiliki potensi besar meraih medali emas," katanya.
Selain meninjau fasilitas, Anderiy juga memantau langsung proses latihan atlet muda dari cabang taekwondo, kempo, karate, gulat, angkat berat, hingga atletik. Ia menilai program pembinaan di SKOI telah berjalan dengan baik.
"Walaupun usianya masih belasan tahun, porsi latihan mereka sudah seperti atlet nasional. Tinggal bagaimana fasilitasnya bisa terus ditingkatkan agar pembinaan lebih maksimal," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SKOI Kaltim, Abdul Afif, berharap perhatian terhadap pengembangan fasilitas olahraga terus meningkat mengingat SKOI selama ini menjadi salah satu penyumbang atlet bagi kontingen Kalimantan Timur pada ajang nasional.
Menurutnya, peningkatan kualitas sarana latihan akan berdampak langsung terhadap pembinaan atlet muda yang dipersiapkan untuk berbagai kejuaraan, termasuk PON.
[RWT]
Related Posts
- YLBHI Desak Presiden Cabut Perpres 111/2025 dan Hentikan Persekusi Minoritas Gender
- Aliansi Perempuan Indonesia Kecam Persekusi SOGIE, Desak Evaluasi Aturan Diskriminatif
- AJI Indonesia Kecam Pengadangan Liputan di Pulau Obi dan Sikap Hotman Paris
- Sakti Gemas Didorong Jadi Pusat Layanan Digital Kaltim, Pemprov Fokus Perkuat Integrasi Data
- Koalisi Masyarakat Sipil Desak Kemenkeu Batalkan Pelibatan Babinsa Awasi Pajak









