Daerah
Nelayan yang Hilang Usai Perahu Karam di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang usai perahu yang ditumpanginya tenggelam di Sungai Belayan akhirnya berakhir duka.
Pria berusia 51 tahun, warga Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/7/2026) siang.
Korban sebelumnya dinyatakan hilang setelah perahu yang ditumpanginya bersama dua rekannya karam saat mencari ikan pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 24.00 Wita.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Kadis Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 13.30 Wita, sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.
“Korban sudah ditemukan pukul 13.30 Wita sekitar 2 kilometer dari titik lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia,” kata Fida dalam laporannya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban bersama dua rekannya berangkat mencari ikan menggunakan sebuah perahu. Saat berada di tengah Sungai Belayan, perahu yang mereka gunakan mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam.
Ketiganya sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berenang menuju tepian sungai. Dua orang berhasil diselamatkan setelah mendapat bantuan dari nelayan yang melintas di sekitar lokasi. Sementara itu, korban diduga terseret arus dan hilang di perairan Sungai Belayan.
Laporan mengenai hilangnya korban segera ditindaklanjuti oleh tim Disdamkarmatan Pos Sektor Kota Bangun yang bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Namun, sesampainya di lokasi, petugas menerima informasi bahwa warga yang lebih dulu melakukan pencarian telah menemukan korban.
“Setibanya tim di lokasi mendapat informasi dari masyarakat yang sedang melakukan pencarian bahwa korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 13.30 Wita, sekitar 2 kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujarnya.
Selanjutnya, personel Disdamkarmatan membantu proses evakuasi jenazah dari sungai ke daratan. Petugas juga tetap bersiaga di lokasi hingga prosesi pemandian jenazah selesai sebelum kembali ke pos.
[RWT]
Related Posts
- DPRD Samarinda Soroti Kesiapan Sistem Sebelum Parkir Berlangganan Diterapkan
- El Nino Berpotensi Sampai Oktober, Gubernur Rudy Mas'ud Instruksikan Bupati/Wali Kota Gerak Cepat Siaga Bencana Karhutla
- El Nino Diprediksi Terkuat dalam Sejarah, 2027 Berpotensi Jadi Tahun Terpanas di Bumi
- Jaga Regenerasi, Hockey Kaltim Turunkan Mayoritas Atlet Junior pada Kejurnas
- Studi Global: 27 Persen Gen Z Jadikan AI Teman Cerita hingga Dukungan Emosional









