Kaltim

Semua Pasien Suspect Corona COVID-19 di Balikpapan dan Samarinda Dinyatakan Negatif

Kaltim Today
06 Maret 2020 07:17
Semua Pasien Suspect Corona COVID-19 di Balikpapan dan Samarinda Dinyatakan Negatif
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

Kaltimtoday.co, Balikpapan - Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebutkan, warga Kota Minyak yang sempat dinyatakan suspect COVID-19 sudah dinyatakan negatif. Itu setelah dilakukan pengambilan spesimen dan pengujian di laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Hasil laboratorium sudah keluar. Mereka yang dinyatakan suspect COVID-19, sudah keluar hasilnya dan dinyatakan negatif," ungkap Rizal Effendi, Rabu (4/3/2020).

Rizal menerangkan, hasil alboratorium, 2 dari 4 pasien tersebut hanya menderita infeksi saluran pernafasan biasa. Bukan terinfeksi virus corona asal Wuhan, COVID-19.

Sehingga, warga Kota Minyak tidak perlu khawatir. Tetap beraktivitas seperti biasa dan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh.

"Warga tidak perlu panik. Sering-sering saja cuci tangan, makan-makanan sehat dan bergizi. Jaga kondisi fisik," ucapnya.

Terbaru, Jumat (6/3/2020), RSKD Balikpapan melaporkan 4 pasien suspect corona, COVID-19 semuanya negatif.

Seperti diketahui, 4 warga Balikpapan sempat dikabarkan suspect COVID-19. 2 pasien merupakan warga Balikpapan yang baru pulang dari umrah. Sementara dua lainnya, merupakan warga yang baru pulang seusai menjalankan tugas dinas di Korea Selatan.

Khusus Balikpapan, sejak Januari, total ada 6 pasien yang dilaporkan diobservasi karena suspect COVID-19. Mereka menjalani perawatan di RSKD Balikpapan. Hasil laboratorium, semuanya negatif.

Di Samarinda, terbaru juga dilaporkan ada 5 pasien suspect COVID-19. Hasil laboratorium pun sama, mereka dilaporkan negatif. Hal itu disampaikan langsung Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, kamis (5/3/2020).

Secara nasional, hingga saat ini tercatat, ada 168 pasien suspect corona COVID-19 yang masuk dalam pengawasan. Menurut Kemenkes, 168 spesimen pasien tersebut telah dikirim ke Balitbangkes per tanggal 3 Maret dari 48 rumah sakit di 23 Provinsi. Hasilnya 2 positif, 157 negatif, dan 9 akan dilakukan pendalaman lagi.

[TOS]


Related Posts


Berita Lainnya