Samarinda

Solar Langka Diduga Akibat Tersuplai ke Tambang Ilegal, Pemkot Samarinda Diminta Bertindak Tegas

Kaltim Today
19 Oktober 2021 07:46
Solar Langka Diduga Akibat Tersuplai ke Tambang Ilegal, Pemkot Samarinda Diminta Bertindak Tegas
Anggota DPRD Samarinda, Anhar.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Belakangan ini, marak terlihat truk mengantri di SPBU untuk mengisi bahan bakar solar. Peristiwa ini tidak hanya terjadi di luar kota, tapi juga dalam perkotaan.

Antrian truk itu tak hanya menyebabkan kemacetan, tapi juga sampai merenggut korban jiwa dua pengendara motor. Hal ini pun ditanggapi oleh anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar yang mencurigai SPBU telah bersekongkol dengan pihak perusahaan tambang.

Dia menilai, antrian truk yang sedang memburu BBM jenis solar itu akhir-akhir ini sangat mencurigakan. Dia menduga, kelangkaan solar disebabkan oleh SPBU yang telah menyuplai ke tambang ilegal. Bahkan, truk-truk yang antri itu juga bekerja sama dengan tambang ilegal.

"Antrian BBM jenis solar memiliki kaitan erat dengan tingginya harga batu bara. Sehingga produksinya pun semakin besar-besaran. Pasti butuh BBM juga," ungkap Anhar di Gedung DPRD Samarinda, Jum'at (15/10/2021).

Lebih lanjut dikatakan Anhar, jika harga batu bara anjlok , tidak mungkin mengantri solar, dan tidak mungkin pula stok solar mulai langka.

Hal ini membuat Anhar geram, pasalnya sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang sedang melakukan aktivitas di perkotaan.

Menurut pengalamannya, kondisi ini jarang terjadi sehingga dia merasa ada kejanggalan. Antrian truk untuk mengisi BBM jenis solar itu mengalami peningkatan di SPBU.

"Kasihan orang yang ingin kerja terhambat lagi karena tidak ada solar," ujarnya.

Anhar pun meminta kepada Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda untuk segera mengevaluasi kinerja Pertamina yang diduga menjual BBM-nya secara ilegal.

"Kinerja Pertamina harus dievaluasi, jangan sampai ada penjualan BBM ilegal," pungkasnya.

Politikus PDIP tersebut juga mengatakan jika masih ada tambang ilegal yang beroperasi, maka permasalahan tersebut akan terus timbul. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada Pemkot Samarinda agar secepatnya bertindak.

"Pokoknya kalau masih ada tambang-tambang ilegal beroperasi, pasti stok BBM juga berpengaruh,"tutupnya.

[SDH | TOS | ADV DPRD SAMARINDA]



Berita Lainnya