Daerah
BBPOM Samarinda Kukuhkan 21 Mahasiswa Gen Absonesia untuk Kawal Edukasi Sampah Obat
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda menggelar kegiatan pembekalan dan pengukuhan Gen Absonesia (Ayo Buang Sampah Obat Dengan Benar Untuk Indonesia) Tahun 2026. Acara diselenggarakan di Aula Lantai 3 Kantor BBPOM di Samarinda pada Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 21 mahasiswa terpilih dari Universitas Mulawarman (Unmul) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (Stiksam). Mahasiswa ini nantinya akan mengintegrasikan program Gen Absonesia ke dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan berjalan selama kurang lebih 30 hingga 45 hari.
Mahasiswa KKN Unmul akan memfokuskan pergerakannya di wilayah Kota Samarinda. Sementara itu, mahasiswa KKN Stiksam akan mengabdi di wilayah Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM di Samarinda Agung Kurniawan. Agenda ini turut dihadiri oleh Kepala Tata Usaha BBPOM di Samarinda, Ketua Tim Pemeriksaan Balai Besar POM di Samarinda, Ketua Prodi Farmasi Universitas Mulawarman, dan Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia Samarinda.
Dalam sambutannya, Kepala BBPOM di Samarinda Agung Kurniawan menekankan pentingnya peran serta mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus perpanjangan tangan Badan POM dalam mengedukasi masyarakat luas.
“Mahasiswa berperan mengedukasi masyarakat luas mengenai bahaya membuang obat sembarangan seperti bahaya resistensi antimikroba, bahaya pencemaran limbah obat dan bahaya penyalahgunaan obat kedaluwarsa untuk dikemas ulang menjadi obat layak jual,” ujar Agung Kurniawan.
Untuk membekali para mahasiswa sebelum turun ke lapangan, BBPOM di Samarinda menghadirkan dua materi inti yang dinilai krusial dan relevan dengan isu kesehatan lingkungan saat ini. Materi pertama yakni Edukasi Pengelolaan Limbah Obat: Mencegah Resistensi Antimikroba.
Materi tersebut mengupas tuntas bahaya pembuangan obat, khususnya antibiotik, secara sembarangan yang memicu resistensi antimikroba. Materi kedua adalah Pedoman Pembuangan Sampah Obat yang Benar Untuk Gen Absonesia.
Sesi kedua ini memberikan panduan praktis dan teknis mengenai metode buang sampah obat dengan benar. Edukasi difokuskan pada tata cara merusak kemasan dan membuang obat rusak atau kedaluwarsa dari rumah tangga agar tidak disalahgunakan atau dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pengukuhan resmi seluruh anggota Gen Absonesia 2026. Selepas dikukuhkan, 21 mahasiswa tersebut melakukan penandatanganan komitmen dan pakta integritas.
Penandatanganan ini menjadi simbol kesiapan dan tanggung jawab moral para mahasiswa untuk menjaga marwah gerakan serta menolak segala bentuk penyalahgunaan obat. Mereka berkomitmen mendedikasikan ilmu yang didapat demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di lokasi KKN masing-masing selama 30 sampai 45 hari ke depan.
[TOS]
Related Posts
- Strategi Gubernur Rudy Mas'ud Hindari Wawancara Media Dinilai Bakal Cederai Prinsip Akuntabilitas Publik
- Irit Bicara dan Hindari Wawancara ke Media, TAGUPP: Rakyat Butuh Informasi Langsung dari Gubernur Rudy Mas'ud
- Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Palolo dan Tak Berpotensi Tsunami
- Diskominfo Kaltim Siapkan Langkah ke Dewan Pers, Soroti Media yang Langgar Kode Etik Demi Viralitas
- Sudarno Kecewa Materi Pandji Tak Banyak Bahas Kaltim, Tegaskan Seniman Bebas Bersuara









