Samarinda

Sudah Ditutup, Masih Ada Warga Samarinda yang Nekat Buang Sampah di TPS

Kaltimtoday.co, Samarinda – Sekitar ratusan tempat pembuangan sementara (TPS) di Samarinda sudah ditutup. Penutupan TPS di jalan protokol ini merupakan program mendukung 100 hari kerja Wali Kota, Andi Harun dan pasangan Rusmadi dalam hal pengelolaan sampah.

Namun, tak jarang masih banyak dijumpai masyarakat kedapatan membuang sampah di TPS yang sudah ditutup oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda tersebut.

Baca juga:  Petik Manfaat dari Sedekah Lingkungan, DLH Samarinda Ajak Warga Kelola Sampah

Padahal penghapusan TPS di jalan protokol ini demi mengurangi titik pencemaran lingkungan. Supaya dapat dikelola dan ditata dengan rapi. Demikian pun, sosialiasi secara masif ke kecamatan, kelurahan hingga masyarakatnya agar tidak membuang sampah di TPS yang sudah ditutup tersebut.

“Rencana dalam 10 hari kedepan kami dan kepala dinas DLH akan melakukan Road Show ke kecamatan dan kelurahan. Untuk memastikan tidak ada lagi warga membuang sampah di TPS yang ditutup,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Iswanto, Rabu (9/7/2021).

Baca juga:  Pentingnya Tingkatkan Literasi, Jadi Kemampuan Demi Ungkapkan Ide dan Inovasi Baru

Dalam road show ini, DLH Samarinda ingin berkoordinasi dengan masing-masing kecamatan dan kelurahan untuk disampaikan ke warga bahwa tidak ada alasan membuang sampah di TPS yang ditutup. Karena, sudah disiapkan lokasi TPS yang baru.

Pun, tujuan dihapusnya TPS ini biar tidak ada sampah-sampah yang menumpuk di pusat kota dan berpotensi mencemari lingkungan. Makanya perlu kesadaran bersama-sama untuk menjaga lingkungan sekitar.

Baca juga:  Dibentuk Desember 2020, Bank Ramli Ceseri Semakin Eksis di Samarinda

“Pengawasan akan diperketat. Masyarakat bisa saling menjaga dan mengingatkan jika masih ada yang nekat membuang sampah. Apalagi ada mekanisme sanksi sesuai Perda Pengelolaan Sampah,” papar Iswanto.

Dia menegaskan, sanksi sudah pasti ada bagi pembuang sampah sembarangan. Jadi diharapkan adanya sanksi tegas membuat masyarakat menjadi taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku.

“Terlebih dalam mengubah perilaku masyarakatnya. Yang kami inginkan masyarakat sadar agar tidak membuang sampah sembarangan. Jangan sampai sudah ada sanksi tegas malah masih ada yang kedapatan. Intinya masyarakat bisa merubah perilaku,” pungkasnya.

[IN | NON | ADV DLH SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close