Daerah
Sudarno Kecewa Materi Pandji Tak Banyak Bahas Kaltim, Tegaskan Seniman Bebas Bersuara
Kaltimtoday.co, Samarinda - Anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim, Sudarno, mengaku sedikit kecewa setelah menonton pertunjukan stand up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk “Kaltim Paradox” di Samarinda.
Sebagai penonton yang membeli tiket dan ikut mempromosikan acara tersebut, ia berharap materi yang dibawakan Pandji lebih banyak mengulas berbagai paradoks yang terjadi di Kalimantan Timur sesuai dengan judul pertunjukan.
"Kemarin malam itu jatohnya indonesia paradoks ya, bukan kaltim paradoks," ungkap Sudarno.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kehadiran Pandji di Samarinda. Menurutnya, sosok Pandji selama ini dikenal mampu menyampaikan kritik secara cerdas dan menghibur. Karena itu, ia turut mengajak masyarakat untuk menonton pertunjukan tersebut.
"Karena saya beli tiket, saya maunya Pandji membahas topik-topik seratus persen yang ada di Kaltim," tuturnya.
Saat penampilan berlangsung, Pandji Pragiwaksono sempat menyebutkan bahwa materinya diminta oleh pihak kepolisian demi keamanan. Ia mengaku sepanjang karirnya di industri stand up comedy, baru Kota Samarinda yang meminta materi stand up-nya sebelum naik ke atas panggung.
Atas kejadian itu, Sudarno menilai jika seniman harus diberikan ruang untuk menyampaikan pendapatnya secara bebas dan bertanggung jawab. Ia juga membantah adanya upaya pembungkaman dari pihak pemerintah daerah, bahkan menyebut berbagai pihak justru membantu kelancaran penyelenggaraan acara di Samarinda.
“Kalau tentang materi yang diminta pihak kepolisian, menurut saya ngapain juga seniman-seniman itu kemudian ketika mau manggung diminta menyerahkan materi. Ini kan bukan orde baru," pungkasnya.
Menurutnya, siapapun berhak menyampaikan pendapat dalam bentuk apa pun, yang penting dia bertanggung jawab atas pendapatnya.
"Dan kalau narasi soal pembungkaman, dari tim gubernur tidak ada upaya itu. Bahkan kita fasilitasi panitia supaya acara berjalan lancar. Panggung itu seratus persen milik Pandji," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- AMSI Kaltim Dorong Media Lokal Maksimalkan Isu Daerah dan Adaptasi Teknologi
- Orang Utan di Negeri Tambang dan Sawit, Sebuah Upaya Penyelamatan Terpadu di Lanskap Keraitan
- Disrupsi Teknologi dan AI Ubah Lanskap Media, Kepercayaan Publik Jadi Kunci Bertahan
- AMSI: Media Sosial Bukan Musuh Pers, Tapi Jangan Disamakan dengan Media Profesional
- Soal Jurnalistik vs Media Sosial, Diskominfo Kaltim Minta Publik Pahami Pola Kerja









