Kaltim
Anggaran Terbatas, KONI Kaltim Pertahankan Skema Klaster Pendanaan Cabor
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur memastikan skema pendanaan cabang olahraga (cabor) pada 2026 tetap menggunakan sistem klaster di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Melalui skema tersebut, besaran bantuan disesuaikan dengan kategori pembinaan masing-masing cabor.
Kebijakan itu disampaikan dalam forum evaluasi bersama 47 cabang olahraga kategori harapan dan pembinaan yang digelar di Kantor KONI Kaltim, Samarinda, Rabu (22/7/2026).
Bendahara KONI Kaltim, Siti Astridya, mengatakan kondisi anggaran daerah membuat pola bantuan belum dapat diubah secara menyeluruh. Karena itu, mekanisme yang telah disusun kepengurusan sebelumnya masih dipertahankan.
Untuk cabang olahraga kategori harapan, bantuan yang dapat diajukan maksimal sebesar Rp 105 juta, sementara cabang olahraga kategori pembinaan memperoleh plafon bantuan hingga Rp 35 juta.
"Silakan masing-masing cabang olahraga menyusun strategi pembinaan terbaik agar tetap bisa menghasilkan prestasi dengan anggaran yang tersedia," ujar Siti Astridya.
Selain dana pembinaan, KONI Kaltim juga menetapkan batas bantuan penyelenggaraan kejuaraan. Dukungan untuk kejuaraan provinsi ditetapkan maksimal Rp 65 juta, sedangkan kejuaraan provinsi junior paling tinggi Rp 50 juta, dengan mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang masih mengacu pada indeks tahun 2025.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, mengatakan pihaknya sengaja mengumpulkan cabang olahraga untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi selama proses pembinaan, mulai dari kebutuhan atlet hingga pengelolaan anggaran.
Menurut Anderiy, pengurus KONI tidak hanya berperan ketika atlet meraih prestasi, tetapi juga harus terlibat aktif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi cabang olahraga.
"Masalah cabang olahraga juga menjadi masalah kami. Kami ingin mendengar langsung masukan dari pelatih, pengurus, dan atlet agar pembinaan berjalan lebih baik," kata Anderiy Syachrum.
Anderiy menambahkan, forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan yang lebih transparan. Ke depan, penggunaan anggaran cabang olahraga diharapkan dapat dipantau oleh pengurus, pelatih, maupun atlet sesuai mekanisme yang berlaku.
Pertemuan kali ini diikuti 47 cabang olahraga yang terbagi dalam kategori harapan dan pembinaan. Sebelumnya, KONI Kaltim telah lebih dahulu menggelar forum serupa bersama 21 cabang olahraga unggulan dan andalan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan olahraga di Kalimantan Timur.
[TOS]
Related Posts
- Audit Kemenkes di RSUD AWS Samarinda: Komunikasi Medis ke Pasien Masih Lemah
- YLBHI Desak Presiden Cabut Perpres 111/2025 dan Hentikan Persekusi Minoritas Gender
- Aliansi Perempuan Indonesia Kecam Persekusi SOGIE, Desak Evaluasi Aturan Diskriminatif
- AJI Indonesia Kecam Pengadangan Liputan di Pulau Obi dan Sikap Hotman Paris
- Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Kukar Resmi Ditutup









