Samarinda

Tak Sekadar Reklamasi, Komisi III DPRD Samarinda Ingin Perusahaan Tambang juga Berkontribusi di Penanganan Bencana

Kaltim Today
11 Juli 2022 16:42
Tak Sekadar Reklamasi, Komisi III DPRD Samarinda Ingin Perusahaan Tambang juga Berkontribusi di Penanganan Bencana

Kaltimtoday.co, Samarinda - Salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Samarinda adalah banjir. Kendati demikian, di beberapa titik mulai terlihat ada pengurangan. Melihat hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie ingin agar perusahaan tambang batu bara juga memberikan kontribusi terhadap penanganan bencana alam di Samarinda, khususnya banjir.

Novan mengungkapkan bahwa sejauh ini, perusahaan tambang tak punya kewajiban atas keterlibatan penanganan bencana alam. Namun, kebijakan perusahaan untuk melakukan reklamasi saja yang dipegang. Padahal, ujar Novan, pihaknya menemukan ada banyak lubang bekas tambang di beberapa wilayah di Kota Tepian.

"Memang ada yang namanya reklamasi. Tapi apa bisa setelah digali langsung ditutup kembali. Kalau memang bisa, kenapa masih ada void-void. Bahkan sudah puluhan tahun ada," tegas Novan.

Pun, Novan menyayangkan sebagian besar perusahaan tambang batu bara yang masih berlindung dari kebijakan dan legalitas yang memberikan izin untuk mengeksploitasi lahan itu.

"Kami tidak mempermasalahkan aktivitas pertambangan. Tapi harus diperhatikan wilayah mana dari aktivitas itu yang membuat dampak terhadap aliran air. Kan wilayah konsesi tambang luas," beber politisi dari Partai Golkar itu.

Novan pun berharap, setidaknya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI mampu menilai kesesuaian antara deposit perusahaan tambang dengan dampaknya. Artinya, keuntungan sisi investasi dan dampak lingkungan harus seimbang.

[YMD | RWT | ADV DPRD SAMARINDA]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya