Nasional

Transaksi Ekonomi dan Keuangan Tumbuh Drastis Selama Masa Pandemi Covid-19

Kaltim Today
19 Februari 2021 17:12
Transaksi Ekonomi dan Keuangan Tumbuh Drastis Selama Masa Pandemi Covid-19
Warga memilih barang-barang belanjaan yang dijual secara daring di Jakarta, Kamis (18/7/2019). Pemerintah tengah mengupayakan pendekatan untuk memungut pajak dari kegiatan ekonomi digital yang dipastikan dengan pengenaan tarif pajak penghasilan dari setiap transaksi ekonomi digital akan tetap sama dengan kegiatan jual beli konvensional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

Kaltimtoday.co, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh tinggi sejalan dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, meluasnya pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

"Pertumbuhan tersebut tercermin dari nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada Januari 2021 sebesar Rp20,7 triliun, atau tumbuh 30,71 persen (yoy)," kata Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (19/02/2021).

Gubernur BI memaparkan, volume transaksi digital banking juga terus meningkat, pada Januari 2021 tumbuh 39,65 persen (yoy) mencapai 475 juta transaksi dan nilai transaksi digital banking yang tumbuh 18,59 persen (yoy) mencapai Rp2.649,7 triliun.

Bank Indonesia memprakirakan tren digitalisasi akan terus berkembang pesat didorong pesatnya digitalisasi, inovasi dan perluasan ekosistem baik secara spasial dan sektoral.

Untuk itu, lanjut Perry, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam rangka pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, serta untuk mendorong penguatan pemulihan ekonomi nasional.

Hal tersebut dilakukan antara lain melalui perluasan akseptasi QRIS berbasis komunitas dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional dan pengembangan UMKM termasuk UMKM syariah, pengembangan infrastruktur ritel SP yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal untuk mendorong efisiensi dan perluasan pasar keuangan serta elektronifikasi bantuan sosial dan transaksi pemerintah.

"Untuk memperkuat penggunaan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI, Bank Indonesia terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat dalam bentuk program Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah," kata Perry.

[TOS]



Berita Lainnya