Daerah

Waskita Perkuat Program Keberlanjutan di Sektor Infrastruktur 

Kaltim Today
19 Februari 2025 04:53
Waskita Perkuat Program Keberlanjutan di Sektor Infrastruktur 
PT WASKITA KARYA.

Kaltimtoday.co - PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus berkomitmen menjalankan transformasi berkelanjutan dengan menitikberatkan pada empat aspek utama, yakni pemulihan bisnis, organisasi dan budaya, restrukturisasi keuangan, serta digitalisasi. Upaya ini dilakukan guna mewujudkan visi perusahaan sebagai pemimpin dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, dalam keterangan resminya pada Senin (17/2/2025), menjelaskan bahwa strategi transformasi yang diterapkan diharapkan dapat memperkuat posisi perseroan di industri konstruksi nasional.

Dalam strategi bisnisnya, Waskita kini berfokus pada perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB). Untuk memastikan keberhasilan proyek, perusahaan telah membentuk Komite Manajemen Risiko yang bertugas menilai risiko dan kelayakan proyek sebelum diambil dan diajukan dalam tender.

Selain itu, peningkatan kompetensi pegawai juga menjadi perhatian utama. Waskita terus menggelar pelatihan dan sertifikasi guna menghadapi tantangan pasar di masa depan. Tak hanya itu, perusahaan telah menerapkan metode lean construction untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses konstruksi, serta optimalisasi penyerapan stok. Waskita juga mengembangkan program Value Stream Booster (VSB) untuk mendeteksi potensi deviasi biaya lebih dini dan akurat.

Dalam aspek tata kelola, Waskita memperkuat Governance, Risk, & Compliance (GRC) dengan memenuhi Roadmap Perbaikan Manajemen Risiko. Penguatan manajemen risiko ini dilakukan melalui asesmen Risk Maturity Index (RMI) serta peningkatan fungsi legal.

Sementara itu, transformasi digital terus digalakkan. Di bidang operasional, Waskita mengintegrasikan Core System ERP SAP S/4 HANA dengan Building Information Modelling (BIM) dan Last Planner System (LPS), menjadikannya satu-satunya perusahaan konstruksi di Indonesia yang menggabungkan ketiga sistem tersebut.

Selain itu, Waskita juga mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa proyek, salah satunya AI Pavement Crack Detection untuk mendeteksi kerusakan jalan guna mencapai target zero defect. Teknologi ini memungkinkan penghitungan jumlah dan jenis kerusakan secara otomatis, yang mampu mengurangi waktu inspeksi hingga 40 persen lebih cepat.

Dalam aspek keselamatan kerja, perusahaan menerapkan AI APD Inspection untuk memastikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di lingkungan kerja, sebagai langkah untuk mencapai target zero fatality.

Penguatan tata kelola teknologi informasi (TI) juga dilakukan dengan mengembangkan Dashboard Management Terintegrasi dan memperbaiki sistem keuangan guna mendukung Internal Control Over Financial Reporting (IcoFR). Waskita pun berkolaborasi dengan Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN) dalam memperkuat sistem keamanan siber.

Penyehatan keuangan menjadi prioritas utama Waskita melalui restrukturisasi. Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari 22 kreditur perbankan untuk penyempurnaan Master Restructuring Agreement (MRA) 2021 serta perubahan perjanjian fasilitas Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) dengan nilai outstanding Rp 31,5 triliun. Restrukturisasi ini kini telah efektif, memungkinkan operasional perusahaan berjalan lebih optimal.

Dari sisi kinerja, laporan keuangan kuartal III 2024 mencatat kenaikan laba bruto Waskita sebesar 33,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,03 triliun, dari sebelumnya Rp 773,93 miliar. Gross Profit Margin (GPM) juga meningkat menjadi 15,19 persen dari 9,90 persen di periode yang sama tahun lalu. EBITDA perseroan pun melonjak 141 persen, dari Rp 252 miliar menjadi Rp 609 miliar per September 2024.

“Ultimate goal dari transformasi Waskita adalah terciptanya operational excellence yang berkelanjutan. Kami akan selalu berupaya menyelesaikan proyek dengan mutu terbaik, tepat waktu, dan biaya yang efisien,” pungkas Ermy Puspa Yunita. 

[RWT]



Berita Lainnya