Bontang

1.054 Guru Swasta Dapat Sembako dari Pemkot dan Wali Kota Bontang

Kaltim Today
08 Juli 2020 21:09
1.054 Guru Swasta Dapat Sembako dari Pemkot dan Wali Kota Bontang
Bantuan guru swasta dari hasil zakat para PNS setiap bulan sedangkan guru swasta nasrani bantuan sembako diberikan dari sumbangan wali kota dan para PNS selama wabah pandemi global Covid-19.

Kaltimtoday.co, Bontang – Sebanyak 1.054 guru swasta mendapat bantuan sembako dari Pemerintah Kota Bontang dan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Bantuan tersebut disalurkan melalui Baznas Bontang dari hasil zakat para PNS setiap bulannya. Sementara bagi guru swasta nasrani bantuan sembako diberikan dari sumbangan wali kota dan para PNS selama wabah pandemi global Covid-19.

Pembagian sembako pun dilakukan dengan 3 sesi selama 3 hari yakni Rabu-Jumat. Hal tersebut agar penerapan social distancing bisa tetap terlaksana. Para guru swasta juga diminta untuk menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk ke Pendopo Rujab Wali Kota Bontang dan menjaga jarak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Akhmad Suharto mengatakan, karena jumlah guru swasta yang cukup banyak, dan tidak mungkin dilakukan pembagian dalam waktu satu hari, maka pembagian bantuan sembako pun digelar selama 3 hari.

“Bantuan yang diberikan semoga bisa bermanfaat bagi para guru swasta. Karena pada masa pandemi global ini, semua pihak terdampak Covid-19,” ujar Suharto.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam sambutannya menuturkan pihaknya berbagi dari dana zakat wali kota dan semua PNS di Bontang. Setelah guru PAUD swasta dapat bantuan sembako, kini giliran guru TK swasta. Sebanyak 300 guru diberi bantuan sembako.

“Karena di masa pandemi ini ruang gerak kita dibatasi. Sejak ditetapkan sebagai KLB bulan Maret kondisi di awal sangat mencekam, kami hanya disinfeksi massal supaya virus Corona mati. Alhamdulillah kita bisa melaluinya berkat ketaatan semua masyarakat Bontang. Sebab yang dilakukan pemerintah adalah bentuk kecintaan terhadap masyarakat. Kami juga sudah melakukan rapid test massal sebanyak 12 RB secara acak,” bebernya.

Neni berharap, Bontang bisa mempertahankan zero kasus sampai 28 hari ke depan, sehingga status KLB bisa dicabut.

“Bantu doa dalam shalat dan sujudnya supaya Bontang segera terbebas dari Corona,” imbau Neni.

[RIR | RWT | ADV]



Berita Lainnya