Nasional

19 Bulan Pimpin Indonesia, Prabowo Banggakan Sudah Banyak Pencapaian

Network — Kaltim Today 23 Mei 2026 17:59
19 Bulan Pimpin Indonesia, Prabowo Banggakan Sudah Banyak Pencapaian
Presiden Prabowo saat menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Instagram/Prabowo)

Kaltimtoday.co - Presiden Prabowo Subianto memaparkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai pemerintah selama 19 bulan dirinya memimpin Indonesia. Salah satu pencapaian yang ia banggakan adalah keberhasilan mewujudkan swasembada pangan di saat ketidakpastian global dan konflik geopolitik dunia.

Pencapaian tersebut diklaim sebagai hasil dari serangkaian langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kemandirian sektor pangan serta menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Penguatan ini berjalan beriringan dengan pengelolaan sumber daya domestik secara mandiri. 

"Kita alhamdulillah dalam bisa dikatakan 18 bulan ya saya mimpin pemerintahan dari Oktober 2024, 1 tahun 7 bulan. Jadi 19 bulan. Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai ya," ujar Presiden Prabowo saat menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

"Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein," sambung Kepala Negara dikutip dari laporan Antara.

Pemerintah saat ini dilaporkan masih terus menggenjot produksi untuk komoditas daging melalui program percepatan di berbagai daerah. Target kemandirian penuh pada sektor peternakan tersebut diharapkan dapat terealisasi dalam jangka waktu empat hingga lima tahun mendatang.

Selain pangan, Presiden Prabowo juga menyoroti situasi global saat ini yang dipenuhi dengan ketegangan geopolitik. Menurutnya, Indonesia mutlak harus memiliki kekuatan militer dan pertahanan yang tangguh untuk melindungi kekayaan alam nasional dari potensi intervensi asing.

"Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, untuk jaga kekayaan kita. Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri," tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya menghentikan kebocoran kekayaan negara. Hal itu dinilai menjadi salah satu faktor utama yang selama ini menghambat akselerasi tingkat kesejahteraan masyarakat luas.

"Saya tegaskan bahwa Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan. Dan saya bertekad saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya. Kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," kata Presiden menambahkan.

Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah terus memperluas model pembangunan proyek ekonomi produktif ke berbagai daerah. Beberapa proyek strategis yang sedang berjalan di antaranya pengembangan tambak udang dan ikan di Waingapu, Gorontalo, serta di sepanjang kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.

Pembangunan infrastruktur ekonomi produktif ini diintegrasikan dengan pemanfaatan teknologi modern, seperti yang diterapkan di BUBK Kebumen di atas lahan seluas 100 hektare. Hingga siklus operasional ke-8, kawasan BUBK Kebumen tercatat telah memproduksi 1.151.497 kilogram udang dan menyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 83,3 miar.

Proyek percontohan modernisasi sektor perikanan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Berdasarkan data teknis, kawasan operasional tambak modern tersebut mampu menyerap sebanyak 145 tenaga kerja tetap serta 500 tenaga harian lepas setiap harinya. 

[RWT] 



Berita Lainnya