Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Laut Flores NTT: 51 Orang Tewas, 182 Luka-luka

Network — Kaltim Today 18 Agustus 2026 06:39
Gempa M 7,7 Guncang Laut Flores NTT: 51 Orang Tewas, 182 Luka-luka
Rumah mengalami kerusakan setelah diguncang gempa NTT. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Gempa bumi tektonik dangkal berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan 51 orang meninggal dunia, 182 orang terluka, dan lebih dari 5.000 warga terpaksa mengungsi.

Berdasarkan data cepat per Minggu (16/8/2026) pukul 19.00 WIB, korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 23 korban jiwa dan 119 orang luka-luka.

Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat 20 orang meninggal dunia dan 24 orang luka-luka. Sementara di Kabupaten Sikka terdapat empat korban meninggal dan 17 korban luka.

Korban jiwa juga dilaporkan di Kabupaten Ende sebanyak dua orang meninggal dan 14 terluka. Sedangkan Kabupaten Manggarai Barat mencatat satu orang meninggal serta enam luka-luka, dan Kabupaten Nagekeo mencatat satu orang meninggal serta dua terluka.

Selain merenggut korban jiwa, gempa merusak sedikitnya 1.639 unit rumah warga. Rinciannya meliputi 841 rumah rusak berat, 48 rusak sedang, 174 rusak ringan, dan 576 unit lainnya masih dalam proses klasifikasi tingkat kerusakan.

Sebanyak 167 fasilitas umum turut terdampak bencana ini, yang terdiri atas 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 perkantoran pemerintah.

Merespons bencana tersebut, JPIC OFM Indonesia bersama Provinsi OFM St. Mikhael Indonesia dan jaringan Fransiskan bergerak menyalurkan penanganan darurat dengan mendirikan lima posko bantuan.

Pastor Alsis Goa, OFM, menyampaikan bahwa posko-posko yang didirikan meliputi Posko Aeramo dengan layanan pengungsian, dapur umum, kesehatan, logistik, dan asesmen wilayah.

"Posko Kurubhoko menyediakan bantuan logistik, layanan kesehatan, dan asesmen. Layanan serupa juga diberikan di Posko Karot, Posko Pagal, dan Posko Tentang. Kantor JPIC OFM Indonesia di Jakarta bertindak sebagai pusat koordinasi utama dalam penanganan bantuan bagi korban gempa," kata Pastor Alsis, Senin (17/8/2026).

Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 19.05 WIB, dana bantuan darurat yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp 372 juta, dengan Rp 65 juta di antaranya telah disalurkan langsung ke sejumlah posko lapangan.

Penyaluran dana tahap awal tersebut dialokasikan ke Posko Aeramo di Kecamatan Aesesa, Nagekeo sebesar Rp 25 juta; Posko Kurubhoko di Kecamatan Wolomeze, Ngada senilai Rp 25 juta; serta Posko Karot di Kecamatan Langke Rembong, Manggarai sebesar Rp 15 juta.

Pastor Alsis menegaskan bahwa langkah tanggap darurat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan para penyintas.

"Prioritas tersebut meliputi penyediaan air bersih dan makanan, tempat pengungsian atau tenda, layanan medis, penerangan dan genset, serta pembukaan akses bagi wilayah yang masih terisolasi," tuturnya.

Selain pemenuhan kebutuhan fisik dan logistik, relawan di lapangan juga memprioritaskan layanan pendampingan psikososial dan rohani bagi para warga yang terdampak gempa. 

[RWT] 



Berita Lainnya