Nasional

Update Gempa M 7,7 NTT: Korban Meninggal Capai 70 Orang, 40 Ribu Warga Mengungsi

Network — Kaltim Today 19 Agustus 2026 09:10
Update Gempa M 7,7 NTT: Korban Meninggal Capai 70 Orang, 40 Ribu Warga Mengungsi
Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

Kaltimtoday.co - Korban akibat bencana gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 70 orang meninggal dunia hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB.

Selain korban jiwa, BNPB melaporkan sebanyak 1.182 orang mengalami luka-luka dan 40.040 warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman guna memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Bencana yang melanda sejak Sabtu (15/8/26) ini telah berdampak terhadap 16.411 keluarga. Secara keseluruhan, sebaran dampak gempa tercatat meluas hingga ke tiga provinsi, mencakup sembilan kabupaten dan satu kota.

Kerusakan pada bangunan warga dan fasilitas umum menjadi salah satu dampak paling signifikan. Sebanyak 11.925 rumah tercatat mengalami kerusakan dengan rincian 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rumah rusak sedang, dan 4.493 rumah rusak ringan.

Kerusakan infrastruktur juga melanda 663 fasilitas pendidikan, 182 fasilitas kesehatan, 173 rumah ibadah, 184 kantor instansi pemerintah, 49 fasilitas umum, dan 39 titik ruas jalan.

Selain itu, gempa merusak satu gudang logistik, tujuh fasilitas irigasi, satu pasar, serta tiga jembatan yang berpotensi menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Guna mempercepat koordinasi, pemerintah pusat telah menetapkan posko penanganan utama di Kabupaten Nagekeo. Sementara itu, posko logistik nasional didirikan di Bandara Haji Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende dan Bandara Bajawa Soa di Kabupaten Ngada.

Basarnas terus mengoordinasikan operasi pencarian dan pertolongan bagi korban yang dilaporkan masih hilang. Kementerian Kesehatan turut memobilisasi dua tim manajemen kesehatan dan tim Emergency Medical Team ke sejumlah titik, termasuk Kabupaten Sikka dan Ende.

Dalam percepatan pemulihan layanan dasar, BNPB mencatat pemulihan jaringan telekomunikasi telah mencapai 98,3 persen. Seluruh gardu induk di wilayah terdampak kini sudah kembali beroperasi dan sebagian besar pasokan listrik pelanggan telah normal.

Pemerintah juga terus menggulirkan logistik dan peralatan melalui jalur laut serta darat, mencakup 100 paket sembako, 500 tenda keluarga, 20 tenda pengungsi, armada alat berat, hingga sarana transportasi udara guna memastikan penanganan darurat berjalan merata. 

[RWT] 



Berita Lainnya